Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Petugas pemeliharaan tanaman dari DLH Bantul membongkar tanah berisi bebatuan dan puing di devider Jalan Sudirman, Selasa (30/7/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL- Wahana Lingkungam Hidup Indonesia (Walhi) DIY menilai penataan Jalan Bantul sebagai kelanjutan dari penataan JalaN Jenderal Sudirman Bantul tidak penting dilakukan, terlebih sampai menghilangkan semua pohon di area tersebut.
Bahkan proses penataan jalan tersebut dianggap bertolak belakang dengan perlindungan dan pengelolaan hidup serta mitigasi perubahan iklim. "Pemkab Bantul tidak belajar dari proses penataan jalan sebelumnya, yang dampaknya perubahan suhu yang signifikan di jalan tersebut," kata Direktur Walhi DIY Halik Sandera, saat dihubungi Kamis (12/9/2019).
Halik mengatakan desain Jalan Bantul dan Jalan Sudirman sebelumnya sudah bagus karena memisahkan jalur lambat dan jalur cepat, dimana jalur lambat sering digunakan untuk kendaraan nonbermotor. Dengan adanya pemisah tersebut pejalan kaki di trotoar juga merasa nyaman.
Namun saat ini dari empat lajur di jalur tersebut ditata dan dijadikan dua lajur. Tidak ada pemisah jalur lambat dan jalur cepat seperti yang sudah dilakukan di Jalan Sudirman 2017 lalu. Menurut Halik Jalan Sudirman yang sudah selesai ditata dampak negatifnya cukup signifikan, karena hawa tambah panas.
Dampak tersebut setidaknya dikeluhkan masyarakat, "Pohon yang berfungsi memproduksi oksigen dan menyerap karbon hilang karena ambisi mengubah atau menata jalan yang sudah baik," ujar Halik.
Proses penanaman pohon kembali di bagian pembatas jalan diakui Halik juga butuh waktu untuk pertumbuhan tajuknya. Lebih dari itu, Halik menyoroti aspek keselamatan pejalan kaki dan pengendara nonbermotor karena tidak ada lagi jalur lambat.
Saat ini Pemkab Bantul tengah membersihkan semua pohon di Jalan Bantul sepanjang sekitar 570 meter dari Simpang Klodran sampai gapura batas masuk Bantul. Ada sekitar 151 pohon berbagai jenis yang dihilangkan di area tersebut. Sepanjang jalur tersebut akan dibongkar dan dijadikan dua lajur seperti Jalan Sudirman.
Proses pembangunan jalan akan dimulai pada 15 September ini hingga Desember mendatang dengan total anggaran sekitar Rp6 miliar. Proses pembangunan jalan dan peningkatan aspal tersebut dilakukan melalui Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Sebab Jalan Bantul masuk jalan nasional.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul, Ari Budi Nugroho, sebelumnya mengatakan penebangan pohon di Jalan Bantul sudah sesuai aturan atau tidak sembarangan. Pihaknya berencana menanam kembali pohon baru di area sepanjang jalan dari gapura masuk Bantul sampai Simpang Klodran dengan pohon yang sama, namun tidak di kedua sisi melainkan di bagian tengah atau pembatas jalan seperti yang sudaj dilakukan di Jalan Jendral Sudirman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny