Batu Mistis di Gunungkidul Tak Bisa Dihancurkan oleh Alat Berat, Warga Gelar Ritual

Ilustrasi memecah batu. - Solopos/Burhan Aris Nugraha
12 September 2019 18:57 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Proses pembangunan jalur jalan lintas selatan (JLS) di wilayah Kecamatan Rongkop, Gunungkidul pada Kamis (12/9/2019) diwarnai dengan ritual penghancuran batu yang dipercaya masyarakat sekitar sebagai batu berbau mistis. Batu itu bernama batu temanten, sebelumnya batu tersebut tidak bisa dihancurkan menggunakan alat berat.

Batu temanten berada di Padukuhan Semampir, Desa Semugih, Kecamatan Rongkop. Beberapa sesaji yaitu sepasang banu pengantin dan sepasang ayam sudah disiapkan agar batu dapat dihancurkan. 

"Kami juga mendatangkan abdi dalem Kraton Jogja," ujar Kepala Desa Semugih, Sugiyarto pada Kamis (12/9/2019).

Sugiyarto menyatakan batu tidak bisa dihancurkan oleh alat berat back hoe. Menurut dia, sejarah batu temanten merupakan tempat istirahat sepasang pengantin hingga akhirnya pengantin tersebut meninggal di lokasi. 

"Banyak warga yang datang melihat proses ritualnya," ucapnya.