Kelompok Tani Ikan di Sedayu Bantul Diberi Solusi Energi Alternatif

Pemasangan panel surya di Kelompok Tani Soemardjan & Sedayu di Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul. - Ist/TI UPN.
19 September 2019 08:27 WIB Sunartono Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Beban operasional terutama energi listrik menjadi kendala utama yang dihadapi sejumlah kelompok tani ikan hias, salah satunya di Kecamatan Sewon, Bantul. Akibatnya mereka kesulitan menyisihkan pendapatan untuk menambah modal usaha karena biaya operasional yang tinggi.

Sejumlah dosen Teknik Informatika, Fakultas Teknik Industri (FTI) UPN Veteran Yogyakarta berusaha mencarikan solusi melalui pendampingan pengabdian masyarakat dengan mencarikan solusi energi alternatif bagi petani ikan hias. Adapun petani yang dipilih adalah Kelompok Tani Soemardjan & Sedayu di Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul karena dinilai memiliki permasalahan kompleks terkait budidaya ikan tersebut.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FTI UPN untuk Kelompok Tani Soemardjan & Sedayu, Mangaras Yanu Florestiyanto menjelaskan permasalahan utama kelompok ini adalah keterbatasan modal usaha para petani ikan menyebabkan terhambat produktivitasnya. Pendapatan kelompok yang diharapkan bisa digunakan untuk menambah modal usaha juga terbatas.

“Sebenarnya permasalahan yang dihadapi kelompok tani Soemardjan & Sedayu ini sudah mewakili sebagian besar persoalan kelompok tani ikan di kecamatan Sedayu. Kami berusaha untuk mencarikan solusinya,” terang dia dalam rilisnya, Kamis (19/9/2019).

Bahkan, kata dia, terkadang dalam satu kali panen yang masa produksinya tiga sampai enam bulan justru merugi karena habis untuk biaya operasional. Mengingat beban operasional usaha budidaya ikan hias terhitung cukup besar, terutama beban listrik, karena dalam pemeliharaan ikan hias, listrik sangat vital perannya. Untuk meningkatkan volume usaha yang lebih besar tentu dibutuhkan dukungan.

“Solusi yang kami tawarkan adalah menerapkan sumber energi listrik alternatif panel surya untuk mengurangi beban operasional, sehingga dapat meningkatkan pendapatan yang diharapkan bisa menambah modal usaha,” katanya.

Anggota Tim Pengabdian Masyarakat untuk Kelompok Tani Soemardjan & Sedayu Wilis Kaswidjanti menambahkan paket teknologi yang paling cocok sebagai solusi terhadap permasalahan yang dihadapi kelompok tani ikan adalah teknologi panel surya. Adapun panel surya yang dipasang digunakan untuk cadangan satu pompa kolam selama 12 jam saja atau waktu siang hari saja. Ia mengakui, panel surya yang disedikan memang belum bisa menyentuh semua kolam, namun diharapkan ke depan ada kelanjutan pendampingan.

“Panel surya ini untuk mengcover kebutuhan listrik di siang hari, ini sangat mengurangi kebutuhan listrik melalui PLN,” ujarnya.

Menurutnya, dalam pendampingan itu pihaknya menguatkan sistem manajemen wirausaha mandiri yang sistematis bagi kelompok tani ikan. Caranya melalui diskusi tentang manajemen produksi dan pemasaran secara online, dengan memanfaatkan marketplace yang sudah berkembang dan media sosial. “Kelompok ini sudah mulai memasarkan secara online,” ucapnya.