Titik Lokasi Jalan Tol di Jogja Masih Bisa Bergeser

Ilustrasi jalan tol. - Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
20 September 2019 08:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pemda DIY cukup berhati hati dalam menentukan titik lokasi yang akan dijadikan jalur pembangunan tol. Agar tidak salah untuk menentukan titik lokasinya, pengecekan dilakukan langsung ke lapangan.

Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan saat ini Pemda DIY masih mempelajari dokumen perencanaan terkait jalur tol yang melewati wilayah DIY. Penentuan lokasi belum bisa dilakukan sebelum pengecekan di lapangan selesai dilakukan.

"Permintaan IPL kan masih belum ada, yang masuk baru dokumen perencanaan. Itu hasil pembicara sebelumnya. Ini seperti yang diajukan Dirjen Perkeretaapian saat mengajukan jalur kereta bandara," katanya di Kepatihan, Kamis (19/9/2019).

Gubernur DIY, kata Gatot, meminta agar Dinas terkait untuk mengecek langsung dokumen perencanaan yang disampaikan oleh Dirjen Bina Marga apakah sesuai dengan kondisi di lapangan.

Dokumen perencanaan tersebut menyangkut calon lokasi lahan yang dilewati jalan tol. "Teknis perencanaan [bina marga], berapa luasnya dan lainnya, setelah semua disetujui [gubernur], baru ada IPL," katanya.

Pengecekan ke lapangan dilakukan tidak hanya di atas kertas, tetapi juga diminta oleh Sultan untuk terjun ke lapangan. "Sebenarnya bukan tugas Pemda, tetapi Sultan minta agar dilakukan cek lapangan. Wong di atas kertas belum tentu sama di lapangan," katanya.

Jika ada titik lokasi yang tidak disetujui oleh Gubernur DIY, kata Gatot, maka hal itu bisa mengubah titik lokasi yang direncanakan. "Jadi titik lokasinya masih bisa bergeser. Kalau akan dilelang tahun depan, pastinya IPL harus diajukan tahun ini," katanya.

Sebelumnya, Kepala BPJT Danang Parikesit saat dikonfirmasi Harian Jogja mengatakan jika proses pengajuan penetapan lokasi (Penlok) untuk jalur tol di wilayah DIY terus berproses. Pengajuan permohonan IPL untuk trase tol yang menghubungkan Solo-Jogja dan Jogja-Bawen sudah disampaikan pada pekan lalu.

Saat ini pengajuan IPL tersebut masih diproses oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY. "Usulan Penlok Dirjen Bina Marga [masih] sampai Kronggahan. Yang sampai batas DIY masih difinalkan," paparnya, Senin (16/9/2019) malam.

Dalam waktu dekat, lanjut dia, Dirjen Bina Marga akan mengajukan permohonan Penlok untuk jalur tol yang melewati wilayah Kulonprogo. Menurut Danang, Bina Marga saat ini terus melakukan finalisasi pengajuan izin penetapan lokasi (IPL) untuk tol yang melewati Kulonprogo. "Posisi sekarang adalah usulan penetapan lokasi dari Dirjen Bina Marga ke Gubernur DIY. Sebentar lagi usulan Penlok diajukan," katanya.