Jebol Diterjang Banjir, Jembatan Mojorejo Kembali Dibangun

Alat berat diturunkan untuk proses pembuatan fondasi di Jembatan Mojorejo di Dusun Nglebak, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Jumat (20/9/2019). - Harian Jogja/David Kurniawan
20 September 2019 15:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Dusun Nglebak, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, merasa senang karena pemerintah akhirnya memperbaiki Jembatan Mojorejo yang rusak diterjang banjir bandang di akhir 2017. Total anggaran yang digunakan untuk perbaikan mencapai Rp9,7 miliar.

Salah seorang warga Dusun Nglebak, Mujiyati, mengatakan perbaikan Jembatan Mojorejo dimulai sejak dua pekan lalu. Menurut dia, warga sangat senang karena janji pemerintah untuk memperbaiki jembatan yang rusak benar-benar dilaksanakan. “Harapannya bisa cepat selesai sehingga aktivitas masyarakat kembali normal,” kata Mujiyati kepada Harian Jogja, Jumat (20/9/2019).

Menurut dia, selama jembatan rusak warga terpaksa memutar jalan yang lebih jauh dari biasanya. Hal ini berdampak terhadap aktivitas masyarakat. “Saya asli Nglebak, tapi tinggalnya di sisi timur sungai. Sejak jembataan rusak saat hendak pergi ke rumah tetangga yang masih satu dusun harus memutar lewat dusun lain,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan pasca terjadinya Badai Cempaka di akhir 2017 Pemkab mendapatkan hibah Rp75 miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dana ini digunakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan yang rusak akibat bencana. Salah satunya digunakan untuk pembangunan ulang Jembatan Mojorejo di Desa Katongan. Adapun proses perbaikan menelan biaya sebesar Rp9,7 miliar. “Pembangunan sudah dimulai dan harapannya di akhir tahun bisa selesai,” kata Edy.