Sistem Tanam Jajar Legowo Super Mulai Diterapkan di Galur

Ilustrasi salah seorang petani di Dusun Bendo, Desa Sumberejo, Kecamatan Semin, Gunungkidul menyirami tanaman bawang merah di lahan miliknya. - Harian Jogja/David Kurniawan
24 September 2019 07:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Lahan seluas lima hektare di Bulak Wetan Nampan, Kecamatan Galur, menjadi lokasi uji coba penanaman padi dengan teknologi Jajar Legowo Super. Teknologi yang baru pertamakali diterapkan di Kulonprogo ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas padi para petani Galur.

Teknologi ini dikembangkan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta. Bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kulonpogo, kedua jawatan itu melakukan tanam padi perdana menggunakan Jajar Legowo Super di Bulak Wetan Nampan, Senin (23/9/2019).

Peneliti Madya BPTP Yogyakarta Alina mengatakan jika penerapan teknologi Jajar Legowo Super berhasil, maka Kulonprogo akan menjadi daerah percontohan. Daerah lain diharapkan bisa meniru kesuksesan Kulonprogo sehingga peningkatan produktivitas padi bisa merata di seluruh Indonesia. "Kulonprogo baru dilaksanakan tahun ini. Kalau berhasil bisa menjadi percontohan daerah lain," katanya.

Dia menjelaskan meningkatnya produktivitas tanaman padi dengan Jajar Legowo Super karena  teknologi ini memungkinkan pola tanam dapat bersistem dua banding satu. Sistem ini memungkinkan tanaman mendapat cukup cahaya sehingga bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Akan tetapi, untuk mendapat hasil yang maksimal, petani harus rutin memberikan pupuk hayati saat persemaian. Tujuannya supaya bibit yang tumbuh dapat menyerap fosfor lebih baik. Cara ini juga bisa meningkatkan ketahanan padi terhadap hama dan penyakit.

Penggunaan pupuk hayati sendiri merupakan satu dari lima unsur teknologi ini. Selain pupuk ada penggunaan bibit unggul, bio komposer, PHT, dan penggunaan alat mesin pertanian berteknologi tinggi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Aris Nugraha mengatakan penerapan teknologi ini di daerah lain berdasarkan penelitian BPTP Yogyakarta hasilnya cukup baik. Di Jawa Barat, misalnya produktivitas tanaman padi dengan teknologi Jajar Legowo Super bisa mencapai 10 ton perhektare gapah kering panen (GKP).

Oleh karena itu, pihaknya berharap teknologi ini mampu mendongkrak produktivitas tanaman padi di Kulonprogo yang saat ini baru mencapai 6,5 ton perhektare GKP.  Aris mengatakan jika penerapan lahan berteknologi Jajar Legowo Super di Galur berhasil, maka lahan pertanian lain di Kulonprogo dimungkinkan bisa mendapat bantuan serupa. "Saat ini masih adaptasi teknologi, kalau berhasil tentu akan kami kembangkan di lahan yang lebih luas lagi," katanya.