Jadi Tuan Rumah Porda, Jogja Siapkan Pawai Obor Sarat Filosofi

Sekretaris Panitia Pelaksana Porda DIY XV-2019 Edy Heri Suasana (tiga dari kiri) berfoto bersama seusai audiensi di Griya Harian Jogja, Rabu (25/9/2019). - Harian Jogja/Nina Atmasari
25 September 2019 17:47 WIB Arief Junianto Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Berbeda dengan gelaran sebelumnya, Pekan Olahraga Daerah (Porda) tahun ini yang akan diselenggarakan di Kota Jogja bakal menyajikan pengarakan obor sebagai penanda dimulai pesta olahraga DIY dua tahunan itu.

Koordinator Muda Berdaya Adi Wardoyo mengatakan pengarakan obor dilakukan sebagai bagian dari rangkaian pre event Porda DIY XV. Selain disajikan dalam bentuk live event, pengarakan obor juga bakal difilmkan.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan dua tokoh yang mewakili tugas filosofinya masing-masing. Tokoh pertama adalah Gatotkaca yang bertugas mengambil api dari Gunung Merapi, serta Antareja yang bertugas mengambil gagang obor yang terbuat dari kayu timoho.

Kedua tokoh itu nantinya akan bertemu di area Kali Kuning, Sleman. Obor itu nantinya akan diarak dari lereng Gunung Merapi menuju ke Balai Kota Jogja melalui Tugu Pal Putih dan kawasan Malioboro. “Di sini kami ingin mengangkat identitas kayu timoho. Jadi kegiatan pengarakan obor itu akan sarat filosofi dan identitas Jogja,” kata dia saat berkunjung ke Griya Harian Jogja, Rabu (25/9/2019).

Adapun Porda DIY XV-2019, kata dia, bakal dibuka pada 10 Oktober dan berakhir pada 18 Oktober. Pelaksanannya, kata dia, dipusatkan di Stadion Mandala Krida, Jogja.

Tak hanya itu, selama Porda DIY XV-2019, panitia juga menggelar acara bazar bertajuk City of Paradise. Kegiatan itu rencananya digelar selama enam hari, masing-masing tiga hari sebelum pembukaan dan tiga hari sebelum penutupan.

Sekretaris Panitia Pelaksana Porda DIY XV-2019 Edy Heri Suasana mengatakan tahun ini Jogja juga ditunjuk sebagai tuan rumah gelaran Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) DIY 2019 yang tanggal pelaksanaannya berbarengan dengan Porda XV-2019.

Khusus untuk Porda tahun ini, kontingen Kota Jogja mematok target sebagai juara umum. “Jadi target kami dobel sukses. Sukses sebagai penyelenggara, sukses pula sebagai peserta,” ucap dia.

Secara keseluruhan, kata Edy, ada 10 cabang olahraga (cabor) yang jadi andalan Jogja untuk mendulang medali emas. Di antaranya adalah renang, kempo, drumben, dansa, catur, dan bridge. “Soal bonus, Pemkot memastikan akan memberikan bonus dengan nominal yang lebih tinggi dari daerah lain,” ucap dia.