UMY Kembangkan Lukis Api di Desa Mangunan

Ilustrasi pameran produk kerajinan. - Harian JOgja/Desi Suryanto
30 September 2019 08:07 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Desa Mangunan, Kecamatan Mangunan, Bantul jadi lokasi sasaran Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Melalui program bertema Desa Mangunan sebagai Wisata Desa Unggulan yang Kompetitif dan Berbudaya, tiga dosen UMY, yakni Tanto Lailam, Awang Darumurti, dan Ani Yunita, fokus mengembangkan potensi yang sudah ada di daerah itu, yakni kerajinan.

Dalam program yang dilaksanakan sejak Mei-Oktober tersebut, ketiga dosen itu fokus pada pengembangan wisata kerajinan lukis api yang selama ini diproduksi oleh Latar Omah Art.

Salah satu dosen penanggung jawab PPDM UMY di Desa Mangunan, Tanto Lailam menjelaskan ada beberapa program yang dilakukan oleh tim, yakni memberikan bantuan alat lukis api untuk pengembangan inovasi kerajinan, memberikan pelatihan terkait kerajinan lukis api, dan pemfasilitasian paket wisata live in.

Tak hanya itu, Tanto dan dua dosen lainnya juga itu juga memfasilitasi pelatihan pengelolaan homestay, kuliner, hingga promosi produk kerajinan. Hal itu dilakukan untuk memberikan alternatif wisata di Desa Mangunan, yang selama ini masih fokus di wisata alam.

Di Mangunan ada homestay Sahara juga yang dikelola oleh Latar Omah Art. Pemasaran homestay itu sudah mencapai tingkat nasional, bahkan internasional,” ujar Tanto, melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (28/9/2019).

Dia menjelaskan kerajinan lukis api merupakan lukisan dengan menggunakan kayu sebagai mediumnya. Produk yang telah dihasilkan beragam, mulai dari lukisan wajah manusia, lukisan keindahan alam dan karya lainnya. Setiap pengunjung yang bermalam di Sahara mendapatkan edukasi dan praktik lukis api, sekaligus membawa pulang oleh-oleh lukisan tersebut,” ucap Tanto.