Kontrak Diputus, Proyek Drainase Supomo di Jogja Tahun Ini Dipastikan Mangkrak

Pengendara motor melintas di dekat lubang proyek Saluran Air Hujan yang mangkrak, di Jalan Babaran, Rabu (28/8/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
02 Oktober 2019 20:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan memutus kontrak dengan kontraktor pemenang lelang perbaikan Saluran Air Hujan (SAH) Supomo Cs yang terjerat kasus korupsi. Alhasil, proyek yang sudah sempat dikerjakan itu tahun ini dipastikan mangkrak.

Keputusan putus kontrak merupakan tindaklanjut setelah keluar rekomendasi dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Meski demikian, status putus kontrak baru terwujud setelah kontraktor ditetapkan terpidana.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Kota Jogja, Sukadsrisman, mengatakan asumsi setelah pemutusan kontrak antara Pemkot Jogja dengan kontraktor paket Perbaikan SAH Supomo Cs kemungkinan besar tidak akan dilelang lagi untuk melanjutkan pekerjaan.

"Hal ini mengingat waktu proses lelang yang cukup panjang dan waktu pelaksanaan pengerjaan yang sudah limit dengan akhir tahun anggaran 2019," ujarnya.

Sementara jika di tahun anggaran berikutnya apakah akan diulang lagi lelang dan pengerjaannya, kata dia itu tergantung bagaimana kebijakan dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja.

Koordinator Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja, Baharuddin Kamba, menyayangkan kelambatan Pemkot dalam menangani proyek yang telah mangkrak itu, sementara masyarakat sudah sangat terganggu.

Ia mengungkapkan Kabirohumas KPK, Febry Diansyah, beberapa waktu lalu telah menyatakan KPK fokus hanya pada penanganan perkaranya. Mereka tidak mempunyai kewenangan untuk memberikan fatwa atau menilai lanjut atau tidaknya proyek SAH itu.