Kurangi Emisi Lintas Laju Urban, KAI Commuter Raih Penghargaan di JBBA
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Pantai Samas, Bantul./Harian Jogja-Arief Junianto
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Desa (Pemdes) Srigading, Kecamatan Sanden, terus berupaya mengembalikan kejayaan Pantai Samas seperti beberapa tahun silam. Pantai Samas dulunya pernah menjadi objek wisata pantai yang mampu menyaingi Pantai Parangtritis di Kecamatan Kretek, Bantul.
Salah satu upaya yang dilakukan Pemdes Srigading untuk mengembalikan kejayaan Pantai Samas adalah dengan menghilangkan citra negatif pantai yang berada di Dusun Ngepet, Desa Samas. Objek wisata itu selama ini memang dikenal sebagai kawasan prostitusi dan peredaran minuman keras. “Sekitar 1986-1990, Samas jadi destinasi wisata pantai paling ramai di Bantul. Namun setelah 1990, berubah jadi wisata ‘minat khusus’ [kawasan prostitusi],” kata Kepala Desa Srigading, Wahyu Widodo, Sabtu (5/10/2019).
Seiring dengan kian menjamurnya prostitusi di Pantai Samas, pengunjung semakin beralih ke Pantai Parangtritis. Terlebih Pantai Parangtritis ketika itu juga kian berbenah.
Soal usaha prostitusi di Samas, kata Wahyu, para pelakunya justru berasal dari luar Samas. Warga setempat, diakui dia sebenarnya sudah lama resah dengan kondisi tersebut, terlebih beberapa tahun terakhir muncul akronim slang dari nama Samas, yakni Sampah Masyarakat. “Warga jelas resah. Apalagi Samas sempat dikenal dengan plesetan akronimnya, Sampah Masyarakat,” kata Wahyu.
Namun sejauh ini, warga belum berani bertindak. Pemdes bersama warga dan sejumlah stakeholder mulai berani mendeklarasikan diri menuju Srigading Sejahtera dengan bertekad mengembalikan kawasan Samas sebagai kawasan bebas prostitusi, bebas sampah dan bebas minuman keras serta narkoba. “Deklarasi diikrarkan pada Desember 2017, bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Desa Srigading,” kata dia.
Wahyu tak menampik upayanya tersebut sempat ditolak oleh pelaku usaha hiburan di Samas. Bahkan dirinya sempat diancam, diteror, hingga diiming-imingi rupiah. Namun lambat laun ancaman itu hilang dengan sendirinya seiring dengan penataan Samas yang terus dilakukan.
Saat ini, kata dia, Pemkab Bantul sudah membangun taman dan halaman parkir di sekitar kantor Ditpolair Polda DIY.
Pembangunan
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, mengatakan Samas memiliki potensi wisata menarik dari pantainya hingga kawasan Pengklik. Namun keindahan alam itu selama ini tertutup dan lebih dikenal sebagai kawasan prostitusi.
Setelah selesai membangun taman parkir, selanjutnya menyelesaikan jalur alternatif Samas-Pandansari sepanjang empat kilometer. Namun tahun ini baru mampu menyelesaikan sekitar 550 meter dengan anggaran sekitar Rp3,5 miliar. “Proses pembangunannya dilakukan secara bertahap,” kata dia.
Manajer BUM-Des Gading Mas, Sukiyatno sangat mendukung upaya penataan Samas. Lembaganya optimistis penataan tersebut berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat setempat. Ia mengakui saaat ini masih ada beberapa tempat hiburan yang disinyalir menjadi tempat prostitusi. “Masih ada tapi perlahan mulai berkurang,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
FIFA ASEAN Cup 2026 masuk kalender FIFA Matchday sehingga Timnas Indonesia berpeluang diperkuat pemain abroad.
Tol Jogja-Bawen Seksi 6 Ambarawa-Bawen ditargetkan beroperasi November 2026 setelah memasuki tahap Uji Laik Fungsi Operasi.
Cara edit foto 80-an di ChatGPT dengan fitur 80s Flashback. Simak langkah, prompt kustom, dan tips agar hasil foto retro lebih menarik.
Bantuan pangan pemerintah meringankan beban keluarga Hayati Sahempa, warga miskin di Bailang, Manado, yang hidup dengan dapur beralas tanah.
Isu Ducati dijual Volkswagen kembali muncul di tengah restrukturisasi. Nilai Ducati diperkirakan Rp23,75 triliun. CEO Audi sebut belum ada keputusan. Simak sele