Manunggal Fair 2019 di Kulonprogo Masih Sisakan Masalah Sampah

Ilustrasi Manunggal Fair - Harian Jogja/Dok
07 Oktober 2019 07:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Acara Manunggal Fair 2019 yang berakhir pada Sabtu (5/10/2019) malam menyisakan pekerjaan rumah berupa pengelolaan sampah bagi penyelenggara. 

Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo Heni Hernawati mengatakan sampah di arena Manunggal Fair yang dihelat di Taman Budaya Kulonpogo (TBK) dan Lapangan Desa Pengasih cukup besar. Utamanya sampah-sampah anorganik yang tidak terkelola dengan baik.

Hal itu menjadi masalah yang harus diperhatikan semua pihak, baik dari pengelola stan maupun Pemerintah Kabupaten Kulonprogo selaku penyelenggara acara. Jika kegiatan serupa akan diadakan kembali tahun depan, penyelenggara perlu memperhatikan betul pengelolaan sampahnya.

“Akan lebih baik jika sejak awal sudah direncanakan bentuk pengelolaan sampahnya seperti apa. Kemudian, pada saat pelaksanaannya, kepada petugas-petugas agar benar-benar melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawabnya,” kata Heni, Minggu (6/10/2019).

Dia melihat pengelolaan sampah di acara ini terkesan saling lempar. Misalnya, petugas retribusi kebersihan jalan sendiri, untuk yang operasional pengelolaannya jalan sendiri. Ini membuat pengelolaan sampah belum berjalan maksimal.

Meski sebenarnya sudah ada upaya antisipasi dengan penarikan retribusi sampah sebesar Rp4.000 kepada seluruh penyewa stan, hal itu kembali lagi kepada tanggung jawab bersama. Efektif tidaknya cara itu bukan dari besaran dana tetapi lebih ke aktualisasi kegiatannya.

Ditarik berapapun, ketika penanggung jawab stan belum bisa mengondisikan atau menyadari terkait dengan pengelolaan sampah yang harus dilakukan secara mandiri, maka belum bisa efektif. DLH bukan tanpa upaya mengantisipasi hal tersebut. Sejak acara tersebut dibuka pada Jumat (27/9) lalu, jawatan ini sudah menerbitkan surat imbauan menjaga kebersihan kepada seluruh penyewa stan.

Ketua Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Merti Bawono Asri Kulonprogo Sunardi menerangkan sebanyak 30 orang terlibat dalam aksi bersih-bersih. Dari hasil gropyok sampah di sekitar Exhibition Hall Taman Budaya Kulonprogo, selama 1,5 jam diperoleh 11 wadah sampah yang terdiri dari enam karung dan lima trashbag. Dia berharap pada Manunggal Fair mendatang disediakan tempat sampah pilah di tiap stan dan lapak pedagang agar sampah bisa tertampung dan tidak berceceran di sembarang tempat.

Pemerhati lingkungan yang tergabung dalam komunitas Jejaring Lingkungan Hidup Kulon Progo (LHK-KP), Maryadi Melodz, mengatakan salah satu penyebab timbulan sampah di Manunggal Fair 2019 karena kesadaran masyarakat utamanya para siswa sekolah yang berkunjung ke acara tahunan itu terkait dengan pengelolaan sampah masih minim.