Baru 40 KK di Kedungrong yang Gunakan Listrik dari Pembangkit Tenaga Mikrohidro

Widarto menunjukkan turbin yang bisa menciptakan listrik dari energi air, Selasa (8/10/2019). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
09 Oktober 2019 08:37 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Dusun Kedungrong, Purwoharjo, Samigaluh, Kulonprogo belum digunakan sepenuhnya oleh warga. Padahal energi baru dan terbarukan (EBT) ini bisa menghemat pengeluaran kebutuhan rumah tangga.

PLTMH Kedungrong menggunakan energi dari saluran irigasi Kalibawang yang berhulu kurang lebih 15 kilometer dari Sungai Progo. Derasnya air itulah yang digunakan untuk menggerakan turbin yang akhirnya bisa menciptakan listrik untuk disalurkan ke rumah warga.

Kepala Urusan Umum Aparatur Desa dan Aset Desa Purwoharjo, Widarto, 52, yang merawat PLTMH tersebut menyebutkan baru 40 kepala keluarga yang listrik di rumahnya menggunakan PLTMH.

"Dari sekitar 50-an KK. Meskipun sebetulnya dua KK itu bisa satu rumah, belum ada data pasti, tapi kira-kira segitu," kata dia ketika ditemui Harianjogja.com pada Selasa (8/10/2019) di kediamannya yang berhadapan langsung dengan lokasi PLTMH.

Ia mengungkapkan potensi PLTMH sangat besar untuk digunakan bagi warga sekitar. "Energinya sekitar 20 kilowatt. Bahkan bisa kalau buat dusun-dusun lain juga," ungkapnya.

Meski begitu, tak mudah untuk memperluas pemanfaatan PLTMH Kedungrong untuk dusun lain. Sebab, dibutuhkan sarana dan prasarana yang tidak sedikit. "Ada beberapa permintaan dari dusun lain. Tapi sulit, soalnya harus bikin tiang dan kabel penyalurnya itu yang SNI. Kalau asal kan bahaya. Itu yang nggak murah," ujar dia.

Ia menuturkan pemanfaatan PLTMH juga lebih hemat. "Kami sistem bayarnya iuran setiap selapanan [35 hari sekali] sebanyak Rp7.000," ucapnya.

Ongkos itu terbilang jauh lebih murah dibandingkan langganan listrik dengan PLN. "Kalau PLN, rumah saya pakai yang 900 watt itu satu bulan kisaran Rp80.000 - Rp90.000," tambahnya.

Meski begitu, 40 KK yang sudah teraliri akses listrik PLTMH itu juga masih memanfaatkan listrik dari PLN. Jadi jika sewaktu-waktu listrik dari PLN padam, warga tetap bisa memanfaatkan listrik dari PLTMH.