1.100 Rumah di Bantul Aliri Listrik dengan Mencantol Tetangga

Ilustrasi. - Bisnis/Rachman
19 September 2019 09:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Perusahaan Listrik Negara (PLN) DIY memastikan hampir semua rumah tangga di Bantul sudah menikmati listrik. Namun masih ada ratusan kepala keluarga (KK) yang menikmati listrik dengan cara menyambung pada rumah tetangga atau rumah saudara yang sudah berlangganan PLN, karena belum bisa memasang sendiri.

Data pasti dari PLN Rayon Bantul terkait rumah tangga yang masih mencantol listrik atau disebut levering sebanyak 1.110 rumah yang dihuni sekitar 532 kepala keluarga. “Masih banyak amsyarakat yang menyambung listrik dari rumah utama,” kata Manager Unit Pelaksana Pelanggan (UP3) PLN DIY, Eric Rossi Pryo Nugroho, seusai seusai bertemu dengan Bupati Bantul Suharsono di Parasamya, Komplek Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Bantul, Rabu (18/9/2019).

Rossi mengatakan banyak faktor masih adanya praktek levering di antaranya belum mampu memasang sendiri dan jaringan PLN yang belum sampai. Pihaknya terus berupaya melakukan pendekatan agar masyarakat segera menyambung listrik sendiri dan berlangganan. Sebab menyambung listrik ke rumah tetangga atau rumah saudara berpotensi membahayakan karena tidak ada batasan keamanan.

Menurut dia penyambungan listrik harus disesuaikan dengan standar keamanan dan keselamatan, “Sambungan jika tidak dilakukan ahlinya berdasarkan spesifikasi teknis layak tidaknya dapat membahayakan, bisa terjadi kebakaran,  bocor,  basah dan bisa tersetrum,” ujar Rossi.

Meski demikian pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menindak. Lembaga yang berwewenang menindak adalah pemerintah. Larangan levering, kata Rossi sebenarnya sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Dalam undang-udang tersebut terdapat ketentuan bagi seseorang atau lembaga yang mengoperasikan jaringan listrik tanpa kelayakan operasi terkena denda.

Sementara itu total daya listrik yang dikeluarkan di Bantul sebanyak 130 megawat. Naik 5% dibanding tahun lalu. Dari sisi pendapatan juga naik 5% menjadi sekitar Rp70 miliar per bulan.

Manajer PLN Rayon Bantul, Isti Hartati menambahkan pihaknya sudah sering mendatangi warga yang masih levering listrik ke rumah pelanggan PLN untuk berlangganan sendiri secara resmi demi keamanan. Namun ada juga yang terpaksa levering karena karena jaringan listrik belum masuk. “Misalnya ada satu rumah baru yang di pasang paling ujung sendirian. Misalnya PLN harus menanam lima gawang untuk daya 900 watt kan tidak masuk dan harus menunggu potensi pasarnya dulu,” ungkap Isti.

Sementara pertemuan direksi PLN dengan Bupati Bantul Suharsono membicarakan soal jaringan listrik yang terdampak berbagai pemabngunan dan penataan yang perlu dikomunikasikan sebelum memindahkannya. Selain itu PLN juga meminta masukan dan keluhan terkait pelayanan yang diberikan PLN pada masyarakat Bantul.