RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Ilustrasi./Bisnis-Rachman
Harianjogja.com, BANTUL--Perusahaan Listrik Negara (PLN) DIY memastikan hampir semua rumah tangga di Bantul sudah menikmati listrik. Namun masih ada ratusan kepala keluarga (KK) yang menikmati listrik dengan cara menyambung pada rumah tetangga atau rumah saudara yang sudah berlangganan PLN, karena belum bisa memasang sendiri.
Data pasti dari PLN Rayon Bantul terkait rumah tangga yang masih mencantol listrik atau disebut levering sebanyak 1.110 rumah yang dihuni sekitar 532 kepala keluarga. “Masih banyak amsyarakat yang menyambung listrik dari rumah utama,” kata Manager Unit Pelaksana Pelanggan (UP3) PLN DIY, Eric Rossi Pryo Nugroho, seusai seusai bertemu dengan Bupati Bantul Suharsono di Parasamya, Komplek Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Bantul, Rabu (18/9/2019).
Rossi mengatakan banyak faktor masih adanya praktek levering di antaranya belum mampu memasang sendiri dan jaringan PLN yang belum sampai. Pihaknya terus berupaya melakukan pendekatan agar masyarakat segera menyambung listrik sendiri dan berlangganan. Sebab menyambung listrik ke rumah tetangga atau rumah saudara berpotensi membahayakan karena tidak ada batasan keamanan.
Menurut dia penyambungan listrik harus disesuaikan dengan standar keamanan dan keselamatan, “Sambungan jika tidak dilakukan ahlinya berdasarkan spesifikasi teknis layak tidaknya dapat membahayakan, bisa terjadi kebakaran, bocor, basah dan bisa tersetrum,” ujar Rossi.
Meski demikian pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menindak. Lembaga yang berwewenang menindak adalah pemerintah. Larangan levering, kata Rossi sebenarnya sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Dalam undang-udang tersebut terdapat ketentuan bagi seseorang atau lembaga yang mengoperasikan jaringan listrik tanpa kelayakan operasi terkena denda.
Sementara itu total daya listrik yang dikeluarkan di Bantul sebanyak 130 megawat. Naik 5% dibanding tahun lalu. Dari sisi pendapatan juga naik 5% menjadi sekitar Rp70 miliar per bulan.
Manajer PLN Rayon Bantul, Isti Hartati menambahkan pihaknya sudah sering mendatangi warga yang masih levering listrik ke rumah pelanggan PLN untuk berlangganan sendiri secara resmi demi keamanan. Namun ada juga yang terpaksa levering karena karena jaringan listrik belum masuk. “Misalnya ada satu rumah baru yang di pasang paling ujung sendirian. Misalnya PLN harus menanam lima gawang untuk daya 900 watt kan tidak masuk dan harus menunggu potensi pasarnya dulu,” ungkap Isti.
Sementara pertemuan direksi PLN dengan Bupati Bantul Suharsono membicarakan soal jaringan listrik yang terdampak berbagai pemabngunan dan penataan yang perlu dikomunikasikan sebelum memindahkannya. Selain itu PLN juga meminta masukan dan keluhan terkait pelayanan yang diberikan PLN pada masyarakat Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.
Van Gastel soroti laga tanpa penonton di Liga Indonesia, sambil menikmati musim perdana bersama PSIM Jogja.