Redam Provokasi di DIY saat Pelantikan Presiden, Polda Andalkan Bhabinkamtibmas

Massa berdatangan di Pertigaan Colombo, Senin (23/9/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
10 Oktober 2019 16:37 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Tak ingin momentum pelantikan Presiden RI pada 20 Oktober memicu munculnya aksi-aksi provokasi di wilayah DIY, Polda DIY mengandalkan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).

Direktur Bina Masyarakat (Dirbinmas) Polda DIY, Kombes Pol Rudi Heru Susanto, mengatakan 10 hari menjelang pelantikan Presiden, dia mengandalkan jajaran Bhabinkamtibmas untuk memberikan pendekatan keamanan pada warga. "Kalau ada potensi demo, masyarakat kasih informasi agar bisa dikondisikan," ujarnya, Kamis (10/10).

Dia mengatakan penyampaian aspirasi melalui demonstrasi sejatinya tak dilarang oleh undang—undang. Meski begitu, masyarakat tetap harus berhati-hati dan tidak mudah terprovokasi. “Karena bagaimanapun aspirasi tetap bisa tersampaikan dengan baik dan tidak perlu berlaku anarkis,” ucap Dirbinmas.

Di DIY, kata dia, ada 449 anggota bhabinkamtibmas. Dalam beberapa desa, ada yang diisi tidak hanya satu anggota, tapi sampai dua anggota.

Tidak hanya untuk meredam provokasi ke masyarakat, keberadaan bhabinkamtibmas diandalkan untuk meredam paham radikalisme dan perilaku intoleransi di masyarakat. "Banyak agenda seperti melakukan penyuluhan pada masyarakat. Di samping itu juga ada pendekatan melalui tokoh agama dan tokoh masyarakat," ucap Rudi.

Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan bhabinkamtibmas diandalkan karena mereka punya potensi kedekatan dengan masyarakat. "Tugas bhabinkamtibmas melalui sambang warga bisa untuk menjelaskan isu di masyarakat, mencegah untuk mengikuti ajakan yang tidak jelas. Mereka juga bisa ke sekolah, majelis taklim ataupun masuk ke komunitas lain," kata Dofiri, Kamis.

jelang pelantikan Presiden 20 Oktober nanti, pihaknya mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan seperti aksi yang berujung kerusuhan. Ia berujar, sampai saat ini, di wilayah DIY memang belum terlihat tanda-tanda gangguan keamanan. "Menjelang pelantikan presiden bisa saja ada dinamika aksi unjuk rasa. Tapi kita juga lihat di aksi-aksi sebelumnya yang berjalan dengan baik," ujar Dofiri.