Desa Wisata Jatimulyo Lolos Tahap Kedua Lomba Desa Wisata Nusantara

Tim klarifikasi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi meninjau Desa Wisata Jatimulyo dalam rangka Lomba Desa Wisata Nusantara 2019 di Omah Watu Blencong, Kamis (10/10/2019). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
11 Oktober 2019 04:17 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Prestasi desa wisata di Kulonprogo patut diacungi jempol. Salah satu desa wisata di Kulonprogo, Desa Wisata Jatimulyo, lolos tahap kedua Lomba Desa Wisata Nusantara 2019. Lomba ini baru pertama kali diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada tahun ini.

Desa Wisata Jatimulyo lolos ke dalam 28 besar dari 158 desa wisata yang mengikuti kompetisi ini. Sebanyak 28 besar desa wisata ini tersebar di 26 kabupaten di 12 provinsi.

"Desa Wisata Jatimulyo masuk kategori desa wisata berkembang Lomba Desa Wisata Nusantara 2019. Pada hari ini kami dari tim klarifikasi akan meninjau berkasnya yang sudah dikirimkan pada tahap awal apakah sesuai dengan kenyataan di lapangan," kata Eppy Lugiarti, Kasubdit Advokasi Peraturan Desa Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam sambutannya di Omah Watu Blencong, Jatimulyo, Kamis (10/10/2019).

Dalam kesempatan itu, jajaran pemerintahan Desa Jatimulyo serta ODP terkait menyambut tim klarifikator dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tersebut. Proses presentasi dilakukan di Omah Watu Blencong dilanjut dengan kunjungan ke Air Terjun Kembangsoka.

Peninjauan ini dibuka dengan persembahan tarian Sugriwa Subali. Perlu diketahui bahwa sendratari ini merupakan khas Desa Jatimulyo dan sering dipentaskan di Goa Kiskendo, Jatimulyo.

Selaku perwakilan Bupati Kulonprogo, Sutedjo yang berhalangan hadir, Sekretaris Inspektorat Daerah Kulonprogo, Bambang Sutrisno menyatakan Desa Wisata Jatimulyo bisa menjadi pionir desa wisata lainnya untuk berkembang. "Harapan kami secara nasional masuk lima besar jadi bisa menyejahterahkan masyarakat," katanya.

Ada beberapa aspek yang menjadi penilaian Kementerian Desa PDTT ini, antara lain atraksi, amenitas, & aksesibilitas (3A); sumber daya manusia, masyarakat dan industri (SMI); branding, advertising, & selling (BAS); dan produk wisata.

Sebelumnya, Kulonprogo mengirimkan dua wakilnya untuk mengikuti lomba ini. Keduanya merupakan Desa Wisata Banjarasri, Kalibawang serta Desa Wisata Jatimulyo, Girimulyo. Adapun yang lolos untuk tahap kedua ini hanyalah Desa Wisata Jatimulyo.

"Tadinya kami juga mau mengikutsertakan Desa Wisata [Nglinggo] Pagerharjo, tapi karena sudah pernah menang Community Based Tourism tingkat Nasional, jadi yang lain saja," ujar Niken Probo Laras, Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo.

Ia berharap desa wisata lain di Kulonprogo dapat termotivasi untuk bisa berkembang bersama. "Perlu integrasi dari berbagai OPD, camat, dan desa. Lomba ini juga penyelenggaranya bukan Kementerian Pariwisata lho, jadi kita semua bisa bersinergi," tuturnya.

Selain Desa Wisata Jatimulyo di Kulonprogo, ada tiga desa wisata lain di DIY yang juga lolos tahap yang sama, yaitu Desa Wisata Bawuran di Pleret, Bantul; Desa Wisata Sambirejo di Prambanan, Sleman; serta Desa Wisata Tridadi di Sleman.