Kulonprogo Tunjuk 10 Pendamping untuk Kembangkan Wisata Homestay

Suasana sepi damai hari di Puncak Ngepoh di Kulonprogo, Jumat (4/5/2018). - Harian Jogja/Dok
19 September 2019 04:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Desa wisata di Kulonprogo didorong untuk berbenah, salah satunya dengan membuat paket wisata dan homestay. Karena itu, pemerintah menunjuk 10 pendamping desa wisata dari berbagai kalangan dan sekarang pendamping sudah mulai memetakan potensi paket wisata dan homestay yang bisa dikembangkan.

Salah satu pendamping yang bertugas di Desa Wisata Jatimulyo dan Desa Wisata Purwosari di Kecamatan Girimulyo serta Desa Wisata Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Agung Saputra, mengatakan pada Juni lalu dirinya dan sembilan pendamping desa wisata lain ditunjuk untuk menjadi pendamping desa wisata.

Sebanyak 10 pendamping tersebut berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pegiat wisata, akademisi dan praktisi. Sasaran pendampingan yaitu pada permasalahan belum terintegrasinya desa wisata dengan potensi objek wisata di berbagai wilayah, terutama belum adanya paket wisata dan homestay di beberapa desa wisata.

“Sudah dibentuk 10 pendamping. Sebanyak lima pendamping mengurusi paket wisata sedangkan lima orang lainnya untuk homestay. Sampai saat ini kami [pendamping] masih menunggu rencana tindak lanjut dari pemerintah,” ungkap Agung, Rabu (18/9).

Setiap pendamping memberikan pendampingan rata-rata untuk tiga desa wisata. Tiap desa diberikan pendamping satu orang, ada juga beberapa desa wisata yang diberikan pendampingan oleh dua orang tergantung kebutuhan tiap desa.

Dari jumlah desa wisata yang dianggap masih sedikit itu, belum semua desa wisata terintegrasi dengan berbagai objek wisata di sekitarannya. Objek wisata terkadang berjalan sendiri-sendiri sehingga perlu ada paket wisata yang bisa menaungi tiap potensi wisata yang ada.

Tidak hanya objek wisata alam saja tetapi juga bisa diintegrasikan dengan potensi kebudayaan, kesenian ataupun kuliner di desa wisata tersebut. Selain itu, untuk menunjang paket wisata yang disiapkan, desa wisata juga harus bisa menyediakan homestay agar wisatawan tidak hanya datang ke satu lokasi terus pergi lagi tetapi wisatawan bisa tinggal dan bermalam di desa tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Niken Probo Laras mengaku instansinya mendorong agar tiap desa bisa mengembangkan potensi wisatanya menjadi satu desa wisata. “Memfasilitasi dan sekarang sedang digarap regulasi. Ada pembinaan dan pendampingan juga,” ungkapnya. Regulasi yang disiapkan salah satunya yaitu mendorong agar BUMDes di desa bisa mengarah pada pengembangan sektor wisata melalui sebuah Perbup.