Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Visual puncak Gunung Merapi dari pos Pengamatan Gunung Merapi di Selo, Boyolali, Minggu (3/3) pagi./Twitter-BPPTKG DIY
Harianjogja.com, JOGJA- Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas letusan dengan tinggi kolom mencapai 3.000 meter atau tiga kilometer pada Senin (14/10/2019) sore. Letusan ini jauh lebih tinggi dibandingkan Minggu (22/9/2019) di mana kolom asap letusan saat itu setinggi kurang lebih 800 meter.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja Hanik Humaida mengatakan letusan Gunung Merapi yang terekam di seismogram pada pukul 16:13 WIB memiliki durasi 270 detik dengan amplitudo 75 mm. Kolom awan panas terekam setinggi kurang lebih 3.000 meter dari puncak.
"Karakter awan panas letusan sama dengan tanggal 22 September 2019 lalu. Hanya untuk awan panas letusan kali ini lebih besar. Penyebabnya karena akumulasi gas," kata Hanik di kantornya, Senin (14/10/2019).
Kejadian tersebut, kata Hanik, menunjukkan Gunung Merapi kondisinya masih hidup, masih berproses. Artinya, letusan yang sama dimungkinkan kembali terjadi akibat akumulasi gas. "Sewaktu-waktu bisa terjadi kembali awan panas letusan. Oleh karenanya masyarakat tetap harus waspada. Status Merapi masih belum berubah [level II, waspada]," urainya.
Disinggung soal hujan abu, Hanik mengatakan hujan abu lebih banyak terjadi di wilayah Magelang. Hal ini dipengaruhi oleh arah mata angin yang ke arah barat daya. Untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanis terhadap penerbangan, katanya, BPPTKG mengeluarkan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dengan kode warna Orange.
"Masyarakat tetap harus waspada. Gunakan masker [Kalau ada hujan abu vulkanis]. Status masih sama, rekomendasi masih sama," katanya.
BPPTKG merekomendasikan jarak bahaya 3 kilometer (km) dari puncak Gunung Merapi. Di luar radius tersebut masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. Masyarakat juga diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.
Sebelumnya, Gunung Merapi juga mengeluarkan awan panas letusan pada Minggu (22/9/2019) dengan tinggi kolom 800 meter. Awan panas letusan itu memiliki amplitudo 70 mm dan durasi 125 detik dengan jarak luncuran diperkirakan sejauh 1.200 meter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
DPUPKP Sleman memperingatkan ancaman krisis hunian 10-20 tahun mendatang dan mendorong pengembangan hunian vertikal bagi warga berpenghasilan rendah.
Jadwal SIM Keliling Sleman Jumat 18 September 2026 di MPP, Simmade AMPTA, dan Satpas Polresta. Cek lokasi serta syarat perpanjangan SIM A dan C.
Ratusan warga Desa Pengkok, Kedawung, Sragen menggelar aksi unjuk rasa akibat listrik sering padam saat Magrib selama sebulan terakhir. Mereka menuntut PLN gant
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 18 September 2026 melayani 15 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Cek jam keberangkatan dan tarifnya.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat 18 September 2026 melayani rute PP dengan tarif Rp12.000. Cek jam keberangkatan dari Malioboro dan Pantai Parangtri