Muntahkan Awan Panas Setinggi 3 Kilometer, BPPTKG: Tanda Merapi Masih Hidup

Visual puncak Gunung Merapi dari pos Pengamatan Gunung Merapi di Selo, Boyolali, Minggu (3/3) pagi. - Twitter/BPPTKG DIY
15 Oktober 2019 06:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas letusan dengan tinggi kolom mencapai 3.000 meter atau tiga kilometer pada Senin (14/10/2019) sore. Letusan ini jauh lebih tinggi dibandingkan Minggu (22/9/2019) di mana kolom asap letusan saat itu setinggi kurang lebih 800 meter.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja Hanik Humaida mengatakan letusan Gunung Merapi yang terekam di seismogram pada pukul 16:13 WIB memiliki durasi 270 detik dengan amplitudo 75 mm. Kolom awan panas terekam setinggi kurang lebih 3.000 meter dari puncak.

"Karakter awan panas letusan sama dengan tanggal 22 September 2019 lalu. Hanya untuk awan panas letusan kali ini lebih besar. Penyebabnya karena akumulasi gas," kata Hanik di kantornya, Senin (14/10/2019).

Kejadian tersebut, kata Hanik, menunjukkan Gunung Merapi kondisinya masih hidup, masih berproses. Artinya, letusan yang sama dimungkinkan kembali terjadi akibat akumulasi gas. "Sewaktu-waktu bisa terjadi kembali awan panas letusan. Oleh karenanya masyarakat tetap harus waspada. Status Merapi masih belum berubah [level II, waspada]," urainya.

Disinggung soal hujan abu, Hanik mengatakan hujan abu lebih banyak terjadi di wilayah Magelang. Hal ini dipengaruhi oleh arah mata angin yang ke arah barat daya. Untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanis terhadap penerbangan, katanya, BPPTKG mengeluarkan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dengan kode warna Orange.

"Masyarakat tetap harus waspada. Gunakan masker [Kalau ada hujan abu vulkanis]. Status masih sama, rekomendasi masih sama," katanya.

BPPTKG merekomendasikan jarak bahaya 3 kilometer (km) dari puncak Gunung Merapi. Di luar radius tersebut masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. Masyarakat juga diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.

Sebelumnya, Gunung Merapi juga mengeluarkan awan panas letusan pada Minggu (22/9/2019) dengan tinggi kolom 800 meter. Awan panas letusan itu memiliki amplitudo 70 mm dan durasi 125 detik dengan jarak luncuran diperkirakan sejauh 1.200 meter.