Pesta Miras di Permukiman Solo Digerebek, Empat Pria Ditangkap
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
Ilustrasi. /Bisnis-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, SLEMAN-- Upah minimum sektoral dinilai memberi dampak positif bagi buruh.
Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) meminta pemerintah segera menetapkan upah minimum sektoral kabupaten (UMSK) yang telah diwacanakan dan bergulir sejak beberapa tahun lalu.
"Sejak digulirkan beberapa tahun lalu, hingga saat ini UMSK belum juga ditetapkan, dan hanya sebatas kajian," kata Sekjen ABY Kirnadi di Sleman, Rabu (16/10/2019).
Menurut dia, hingga saat ini belum ada langkah konkret dari pemerintah untuk menetapkan upah sektoral tersebut.
"Dari dulu mulai diwacanakan, hingga saat ini pemerintah hanya menjanjikan saja," katanya.
Menurut dia, penetapan UMSK sangat memungkinkan. Apalagi sudah ada regulasi dan penelitian.
"Sekarang tinggal bagaimana kemauan dari pemerintah," katanya.
Ia mengatakan, ada beberapa keuntungan saat pemerintah menetapkan upah sektoral. Yakni pekerja lebih jelas dan terjamin dalam hal pengupahan, terutama pada sektor unggulan.
"Selama ini upah uang diterima masih dipukul rata dengan UMP atau UMK. Pekerja yang bekerja di sektor unggulan, tentu akan lebih dihargai. Karena upah yang diterima setara dengan kemampuan atau strata pendidikan yang ditempuh," katanya.
Kirnadi mengatakan, di DIY ada beberapa sektor yang memungkinkan untuk bisa diterapkan upah sektoral. Baik itu di tingkat kabupaten/kota atau provinsi.
Sektor tersebut meliputi industri pengolahan, akomodasi dan makanan, informasi dan komunikasi. Bahkan, "real estate" juga bisa diterapkan upah sektoral.
"Ketika upah minimum sektoral ditetapkan, besaran yang diterima seharusnya lebih tinggi dibanding UMK. Kenaikannya bisa sampai 5 hingga 7 persen," katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman Sutiasih mengaku masih mengkaji kemungkinan penetapan upah sektoral, walaupun sejak tahun lalu, wacana ini sudah bergulir.
"Perlu ada kajian untuk menentukan sektor mana saja yang bisa diterapkan UMSK," katanya.
Ia mengaku bulan ini pihaknya baru melakukan kajian untuk penentuan sektor unggulan.
"Kajian dilakukan oleh dewan pengupahan dan ahli dari perguruan tinggi," katanya.
Sutiasih menambahkan karena masih dalam tahap kajian, pihaknya belum bisa memastikan kapan kebijakan ini akan diterapkan.
"Termasuk juga dengan sektor yang mendapat prioritas untuk diterapkan UMSK," katanya.
Saat ini, besaran upah yang diterima buruh di Sleman masih mengacu pada PP No 78/2015 tentang Pengupahan. Besaran tersebut besar kemungkinan juga sama dengan upah yang akan diterima buruh pada 2020, besarannya juga mengacu pada aturan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
China masih menjadi produsen kendaraan terbesar dunia pada 2025. Berikut daftar lima negara dengan industri otomotif terbesar yang mendominasi pasar global.
Keputusan BTS tidak mengikuti Grammy Awards 2027 kembali memicu perdebatan soal transparansi penghargaan musik dunia. Berikut deretan musisi yang pernah mengkri
iOS 27 hadir dengan Siri AI cerdas, fitur grammar dan proofreading, serta pencarian Spotlight real-time. Jadwal rilis akhir tahun 2026. Simak fitur lengkapnya!
MK memutuskan anggaran Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh lagi menggunakan dana pendidikan setelah masa transisi. Pemerintah diminta menyiapkan pos anggar
Menurut Survei Profil Internet Indonesia 2025 dari APJII, penetrasi internet di DI Yogyakarta menembus 91,18 persen, tertinggi kedua nasional