15 Desa Budaya Pamerkan Potensi Seni dan Kuliner

Salah satu pementasan yang ditampilkan dalam Gelar Potensi Desa Budaya bertajuk Memetri Budaya, Sabtu hingga Minggu (12-13/10/2019) di Lapangan Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. - Istimewa/Dokumen Disbud DIY
16 Oktober 2019 23:07 WIB Yudhi Kusdiyanto Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 15 desa budaya di Gunungkidul unjuk kebolehan dalam acara Gelar Potensi Desa Budaya bertajuk Memetri Budaya, Sabtu hingga Minggu (12-13/10/2019) di Lapangan Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo.

Sejumlah desa budaya secara bergiliran menampilkan potensi seni yang dimiliki. Desa Wiladeg, Kecamatan Karangmojo, yang tampil Sabtu mengusung sendratari Jangkakang Jinangkung; Desa Semanu menampilkan drama tari Babal Madu Kucing; Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari menampilkan sendratari Ron Jati Malelo. Sedangkan pada Minggu, sejumlah desa budaya lain juga unjuk kemampuan. Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, menampilkan sendratari Sirnaning Pedhut Karangkuang; Desa Giring, Kecamatan Paliyan, mengusung sendratari Tanggul Wang Manunggal Jati dan sejumlah pementasan lainnya.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho, mengatakan DIY mendapatkan ranking tertinggi sebagai indeks pembangunan kebudayaan dengan total nilai 73,79% disusul Bali dan Jawa Tengah. Hal tersebut, menurut Aris, menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi pemerintah dan masyarakat untuk mempertahankan kebudayaan yang ada.

“Terdapat dua hal penting yang ada dalam desa budaya yakni ekonomi budaya dan ekspresi budaya. Kedua hal tersebut berkaitan dengan perkembangan desa budaya untuk menjadi kekuatan dalam menopang kebutuhan ekonomi serta lebih hidupnya budaya yang ada di tengah masyarakat,” kata Aris seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Rabu (16/10/2019).

Aris menambahkan salah satu upaya untuk mempertahankan kebudayaan DIY yakni melalui Gelar Potensi Desa Budaya. Aris berharap kegiatan Gelar Potensi Desa Budaya DIY 2019 yang menampilkan 56 desa budaya baik potensi kesenian, kuliner maupun kerajinan dapat dinikmati seluruh masyarakat DIY dan dapat dimanfaatkan sebagai bentuk pelestarian budaya.

Berdasar hasil penilaian dalam Gelar Potensi Desa Budaya DIY 2019, penyaji terbaik pertama diraih Desa Budaya Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, dengan judul pementarasan Panggung Krapyak, penyaji terbaik kedua diraih Desa Budaya Jatimulyo, Kulonprogo, dengan Alap-Alapan Roro Jonggrang, penyaji terbaik ketiga diraih Desa Budaya Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul dengan drama tari Asna Kinarya.