Danais Rp700 Juta Digelontorkan untuk JSSP 2019

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Aris Eko Nugroho (tengah) memotong pita pembukaan Pameran Maket JSSP 2019 di Galeri Tirto Art Space, Kamis (17/10). - Rofik Syarif G.P
18 Oktober 2019 16:07 WIB Rofik Syarif G.P Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pameran patung dengan konsep memanfaatkan ruang publik Jogja Street Sclupture Project (JSSP) kembali digelar tahun ini. Demi suksesnya acara ini, Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY menggelontorkan Dana Keistimewaan (Danais) sebesar Rp700 juta.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Aris Eko Nugroho mengatakan mengatakan JSSP merupakan salah satu program kerja Dinas Kebudayaan DIY dengan menggandeng API untuk mengembangkan seni-seni di Jogja yang salah satunya adalah seni patung. Dia menjelaskan JSSP tahun ini didanai oleh Dana Keistimewaan dengan nilai mencapai Rp700 juta.

“Ada tujuh bidang kebudayaan yang ada di Disbud DIY, salah satunya adalah seni. Untuk itu kami sangat mengapresiasi inisiatif API untuk mengadakan kegiatan ini,” kata Aris saat jumpa pers JSSP 2019 di Galeri Tiforti Art Space, Jogja, Kamis (17/10).

Ketua Panitia JSSP 2019 Rosanto Bima Pratama mengatakan JSSP 2019 bakal dilaksanakan selama kurang lebih sebulan, mulai 17 November hingga 10 Desember mendatang. Adapun konsepnya, kata dia berbeda dengan JSSP yang digelar sebelumnya.

Dalam gelaran kali ini patung-patung JSSP tak akan dipamerkan di satu titik saja, melainkan tersebar di tiga kabupaten/kota, yakni Kota Jogja, Kabupaten Bantul, dan Sleman. Di Kota Jogja, JSSP akan digelar di kawasan Titik Nol Kilometer; di Bantul ada di objek wisata gumuk pasir; dan di Sleman ada di kawasan Kinahrejo, Kecamatan Cangkringan. “Pembukaan dilakukan pada 17 November di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret, Jogja,” kata dia