RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Nugroho Eko Setyanto/Ist
Harianjogja.com, BANTUL-- Sejak menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Nugroho Eko Setyanto hampir tidak memiliki waktu luang untuk bersantai. Bahkan waktu kumpul keluarga pada akhir pekan atau Sabtu-Minggu terkadang ia gunakan untuk bertugas. Sebab banyak kegiatan dan atraksi kesenian dan kebudayaan digelar masyarakat di hari libur bahkan di malam hari.
Tugas di Dinas Kebudayaan ini mengingatkan Nugroho saat menjadi Kepala Bagian Protokol selama hampir empat tahun 2013-2016. Dimana pekerjaannya saat itu juga tidak seperti aparatur sipil negara (ASN) pada umumnya berangkat pagi hari dan pulang sore hari, namun harus mengikuti kegiatan bupati dan wakil bupati, baik siang maupun malam, bahkan hari libur.
Berbagai kesibukan tersebut membuat ayah dari dua anak ini tidak sempat berolahraga terutama pada Sabtu dan Minggu yang biasanya digunakan untuk jogging dan nge-gym, “Bukan orang sibuk tapi memang enggak ada waktu aja,” ucapnya berkelakar saat bincang-bincang dengan Harianjogja.com, belum lama ini. Kendati demikian, Nugroho tetap menyempatkan untuk berolahraga minimal sepekan sekali, meski hanya treadmill.
Pria kelahiran Bantul, Desember 1971 ini mengawali karier ASN dari Biro Kepegawaian DIY. Kemudian dipindah ke Bantul. Tentu saja mutasi tersebut membuatnya senang karena lebih dekat dengan rumahnya. Padahal ia sudah menyiapkan diri siap ditempatkan dimanapun termasuk luar daerah.
Setelah di Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa Bantul Nugroho ditempatkan ke berbagai jabatan di beberapa kecamatan sebagai kepala seksi, sekretaris kecamatan, hingga menjadi camat di Kecamatan Bambanglipuro, Camat Piyungan dan Camat Bantul.
Selanjutnya alumnus STPDN, Universitas Diponegoro Semarang dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini dipercaya menjadi kepala bagian Protokol pada 2013. Empat tahun kemudian ia mendapat promosi menjadi kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Ia menjadi kepala Diskominfo saat gencar-gencarnya penerapan Smart City di berbagai daerah termasuk Bantul.
Dua tahun di Diskominfo, suami dari Tatik Windari ini kemudian digeser ke Dinas Kebudayaan. Di Dinas Kebudayaan iapun harus berhadapan dengan hal baru, salah satunya adalah perluasan kewenangan tugas Dinas Kebudayaan dan penyesuaian dengan Undang-undang Keisitimewaan,
Nugroho mengaku banyak hal baru yang ia temukan dalam setiap menempati tugas baru. Semua tugas tersebut membuatnya bertambah pengetahuan meski harus mengurangi waktu luangnya. Ia menyatakan keluarganya sudah memahami tugas sebagai ASN. Terlebih istrinya juga merupakan ASN di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora).
“Alhamudlillah dimanapun ditugaskan selalu menemukan kenyamanan karena dapat hal baru. Saya berusaha untuk belajar dan mengalir saja dalam bertugas,” ucap ayah dari Nindya Sekarwangi dan Erina Paramesti ini.
Termasuk tugasnya saat ini di Dinas Kebudayaan. Ia lebih banyak bergaul dan belajar dari para seniman dan budayawan dan masyarakat. Salah satu program kegiatan yang dianggap sukses di Dinas Kebudayaan adalah penyelenggaraan Festival Paseban 2019. Agenda tersebut mampu menyedot ribuan pengunjung, bahkan banyak pihak menginginkan untuk digelar kembali. Salah satunya pedagang kaki lima (PKL) yang terlibat.
Festival Paseban memang tidak menghilangkan PKL, justru menjadi bagian pengisi stan dalam Festival paseban. Nugroho mengatakan, salah satu yang menjadi bahan evaluasi adalah tidak adanya stand sebagai ajang promosi program-program dari OPD lain. “Evaluasinya tahun ini memang kami belum bersinergi dengan OPD lain, akan menjadi perhatian di tahun depan,” ujar Nugroho.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
BNN RI membongkar jaringan penyelundupan cartridge vape berisi etomidate dari Malaysia melalui Batam dan menangkap tujuh tersangka.
TPP ASN Sleman berpotensi disesuaikan jika target PAD meleset, namun Pemkab menegaskan belum ada keputusan pemotongan.
Polri memutasi 146 perwira tinggi dan menengah. Brigjen Pol. Untung Widyatmoko ditunjuk sebagai Kadivhubinter Polri yang baru.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Salah satunya dirasakan Texsi Miki Fijay
Penyebab kematian Sutrimo masih didalami Polda Metro Jaya dengan melibatkan Puslabfor usai ditemukan tewas di Jakarta Selatan.