Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Bupati Gunungkidul, Badingah saat menyapa para wisatawan di Pos retribusi pantai selatan, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Minggu (17/6/2018). /Harian Jogja- Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul harus bekerja ekstra keras untuk mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari retribusi tiket masuk pariwisata. Pasalnya, hingga pertengahan Oktober capaian baru sebesar 72,4% dari target yang dicanangkan.
Data yang masuk hingga Jumat (18/10), jumlah pengunjung masuk sebanyak 2.383.276 orang dengan menyumbang pendapatan sebesar Rp18.011.910.235. Jumlah ini masih jauh dari target karena di tahun ini Dinpar menargetkan kunjungan 3,7 juta wisatawan dan pendapatan Rp27.823.128.500.
Sekretaris Dinpar Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan jajarannya masih harus bekerja secara keras untuk menutupi kekurangan target PAD sebesar Rp9,8 miliar hingga akhir tahun ini. Dinpar terus berusaha agar target yang dipatok bisa dipenuhi. “Kami masih optimistis dan mudah-mudahan target bisa terpenuhi,” kata Hary kepada wartawan, Senin (21/10/2019).
Menurut dia, untuk menutupi kekurangan target PAD sangat bergantung dengan libur di akhir tahun dan liburan sekolah. Hari pun berharap libur panjang di akhir tahun bisa mendongkrak pendapatan. “Potensi yang ada akan kami maksimalkan,” katanya.
Capaian PAD hingga pertengahan Oktober ini bisa berakibat tidak terpenuhinya target. Melesetnya target dari sektor retribusi wisata sudah terjadi pada tahun lalu. Pada saat itu, Pemkab menargetkan pendapatan Rp28 miliar hanya terpenuhi sekitar Rp24,2 miliar.
Menurut Hary, tidak tercapainya target di tahun lalu tidak lepas dari sejumlah isu seperti adanya gelombang tinggi di kawasan pesisir Gunungkidul. Selain itu, jumlah kunjungan di sektor utara juga berdampak terhadap capaian secara keseluruhan. “Destinasi pantai masih menjadi primadona. Tapi untuk menggenjot pendapatan, kami juga mengoptimalkan destinasi minat khusus seperti Gua Pindul, Air Terjun Srigetuk, Gunung Api Purba Nglangeran hingga Embung Batara Sriten,” katanya.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Emas Plumbungan, Kecamatan Patuk, Andri Purwanto, mengatakan jumlah pengunjung di kawasan wisata kuliner yang dikelola saat ini lesu. Hal ini dikarenakan adanya penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung. “Sedang sepi dan ini menjadi tahun yang berat untuk dapat mendongkrak pendapatan,” katanya.
Dia tidak ingin tren penurunan jumlah kunjungan wisatawan terus terjadi karena berdampak terhadap pendapatan. Oleh karena itu, dalam waktu dekat jajarannya akan mengumpulkan seluruh pengelola untuk melakukan evaluasi besar-besaran. “Harus ada inovasi agar pengunjung tidak bosan. Rencananya untuk memaksimalkan potensi yang ada kami menggelar koordinasi di internal pengelola,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Sekitar 5.000 pelari meramaikan SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 dengan kategori 5K, 10K, dan half marathon 21K.
Sinkhole muncul di dekat rumah Nicolas Cage di Malibu, California. Sebanyak 31 properti dievakuasi karena lubang terus membesar.
Kemenbud menargetkan pembangunan Museum Syekh Yusuf Al-Makassari di Cape Town, Afrika Selatan, dimulai 2027 dengan anggaran Rp62 miliar.
Daftar 5 merek pakan premium kucing, dari Royal Canin, Purina Pro Plan, Hill's Science Diet, Orijen hingga Evocat.
Es tape Rubingin di Buk Begal Panjatan, Kulonprogo, telah berjualan sejak 1975 dan kini mampu menjual sekitar 400 gelas sehari.