Sultan: Pendidikan Karakter Jadi Solusi Tantangan Era Revolusi Industri 4.0

Gubernur DIY Sri Sultan HB X menerima kenang-kenangan dari Ketua STMM MMTC Yogyakarta Noor Iza seusai pembacaan orasi ilmiah di Auditorium STMM "MMTC", Selasa (22/10/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
22 Oktober 2019 16:02 WIB MediaDigital Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sebagai upaya memperluas pengetahuan dan kembali memperkuat karakter sosial dan budaya kepada mahasiswa, Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) “MMTC” Yogyakarta menggelar Orasi Ilmiah yang disampaikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X di auditorium kampus tersebut, Selasa, (22/10/2019).

Orasi Ilmiah yang disampaikan Gubernur DIY itu mengambil tema Pendidikan Karakter untuk Menjawab Tantangan di Era Revolusi Industri 4.0 dengan subtema Penguatan Nilai Sosial Budaya untuk Para Content Creator. Dalam orasinya, Sri Sultan HB X mengatakan berdasarkan penelitian, 65 persen siswa sekolah dasar saat ini, nantinya mereka akan bekerja dengan jenis pekerjaan yang belum ada saat ini. "Dampak dari Revolusi Industri 4.0 diprediksi akan menghilangkan beberapa jenis pekerjaan, karena digantikan sistem komputerisasi atau digitalisasi," kata dia.

Dalam rangka menghadapi Revolusi Industri 4.0, pendidik dituntut mampu mengirim subjek didik yang terus menjadi manusia pembelajar (long life learner). Tentunya, pola pendidikan zaman dulu, kini menjadi kurang relevan untuk diterapkan pada generasi sekarang yang diterapkan langsung Revolusi Industri 4.0.

Ngarsa Dalem mengatakan kemungkinan pendidikan nantinya akan kembali pada hal-hal kemanusiaan yang elementer, seperti melatih soal rasa, berpikir kreatif, sikap kritis, kolaborasi, memahami benar-salah dan tidak kalah penting adalah karakter yang menjadi pokok bahasan kita. "Oleh karena itu, wajib membuat generasi milenial yang sekarang masih di bangku SD, agar memiliki daya saing yang spesifik," jelasnya.

Program kegiatan di sekolah-sekolah diharapkan dapat memuat kompetensi yang dibutuhkan oleh generasi milenial di era industri 4.0 dan menjadikan subjek didik siap dengan masa depan yang penuh dengan persaingan, dimana dibutuhkan Generasi Milenial tidak hanya cerdas, tetapi harus memiliki karakter yang baik.

Menurut dia, pendidikan karakter adalah bagaimana manusia itu hidup mencari ilmu pengetahuan dan teknologi disertai dengan terbentuknya karakter dirinya tidak hanya lewat keluarga namun juga sekolah. Dengan membangun karakter, lanjut Sultan, akan memberikan dampak positif kepada orang lain juga. "Harapan saya keluarga juga memberikan ruang agar anak bisa menjadi siswa yang pandai dan dia juga bisa menikmati dunia anak-anaknya," ujar dia.

Ketua STMM “MMTC” Yogyakarta Noor Iza mengatakan seminar dan orasi ilmiah itu diikuti sekitar 400 orang yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa Jurusan Penyiaran STMM “MMTC” Yogyakarta. "Orasi ilmiah yang disampaikan Gubernur DIY diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya pendidikan karakter serta pelestarian budaya dalam proses penciptaan karya audio visual dalam berbagai platform," ujar Noor Iza.

Sebagai rangkaian acara, seusai orasi ilmiah akan dilanjutkan seminar yang akan membahas dunia perfilman, dengan tema Talenta Multi Media untuk Daya Dukung Perfilman Masa Depan. Narasumber yang dihadirkan dalam seminar itu adalah Festival Founder & Executive Director Balinale Debora Gabinetti dan Program Produser Balinale Inneke Indriyani, serta Wakil Ketua Bidang Pengembangan Usaha Kerja sama dan Marketing Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) Heru Nugroho.