Pertanian di Bumi Handayani Butuh Inovasi

Seorang petani di Kecamatan Semanu mengolah lahan, belum lama ini. - Harian Jogja/Muhammad nadhir Attamimi
27 Oktober 2019 20:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno, mengatakan potensi pertanian di Bumi Handayani masih bisa ditingkatkan. Hal ini disampaikan dalam seminar dan loka karya Hari Pangan Sedunia di Ruang Rapat I, Setda Gunungkidul, Sabtu (26/10/2019).

Menurut dia, sebagai wakil rakyat dirinya masih sering menerima keluhan dari petani terkait dengan ketersediaan pupuk dan benih. “Setiap reses masalah seperti ini masih selalu muncul. Seharusnya kelangkaan pupuk dan benih bisa diatasi, caranya pemerintah harus hadir dalam upaya pendistribusian,” katanya kepada wartawan, Sabtu.

Suharno optimistis apabila permasalahan klasik ini dapat diatasi maka potensi pertanian bisa lebih optimal. “Bagaimana hasilnya mau bagus kalau petani tidak mendapatkan benih yang unggul. Bagaimana mau panen baik kalau petani kesulitan mendapatkan pupuk. Untuk itu, kami dorong agar Pemkab bisa memberikan jaminan agar kebutuhan tersebut bisa terpenuhi dengan baik,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh akademisi dari Universitas Pasundan, Bandung, Tugiman. Menurut dia, pengembangan sektor pertanian di Gunungkidul masih butuh sentuhan inovasi karena selama ini masih sangat bergantung dengan cara-cara konvensional. “Contohnya barang masih dijual dalam bentuk bahan baku. Kalau ini diubah dengan menjadi barang jadi, maka memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi,” kata Tugiman.

Ia menjelaskan inovasi dilakukan dengan beberapa cara sehingga produktivitas pertanian bisa ditingkatkan. Tugiman mencontohkan salah satu produk pertanian yang belum dikelola dengan baik adalah tanaman ketela.

Hasil penelitian menyatakan komoditas ini bisa panen hingga 30 ton per hektare. Namun di Gunungkidul potensi ketela baru mencapai 16 ton sampai 18 ton per hektare. “Ini masih bisa ditingkatkan. Caranya pilih bibit yang unggul dan terus lakukan inovasi, baik saat pemeliharaan maupun penanamannya,” katanya.

Menurut dia dengan luas wilayah yang dimiliki Gunungkidul memiliki potensi pertanian yang sangat tinggi. “Untuk saat ini belum terkelola dengan baik. Agar optimal potensi yang ada harus terus dikembangkan sehingga upaya menyejahterakan masyarakat bisa diwujudkan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Fajar Ridwan, mengatakan kegiatan semiloka dilaksanakan sebagai salah satu upaya meningkatkan ketahanan pangan. Menurut dia Pemkab terus berupaya meningkatkan, salah satunya dengan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) melalui Kelompok Wanita Tani. “Hingga saat ini sudah ada 135 kelompok dan jumlahnya terus kami tambah setiap tahunnya,” katanya.