Jajaran Kemenkumham DIY Diminta Bekerja Secara "Istimewa"

Kepala Kanwil Kemenkumham DIY Krismono (dua dari kiri ) saat penandatanganan MoU dengan Kanwil Kemenag DIY dan Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga DIY, Rabu (30/10/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
30 Oktober 2019 19:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) DIY berkomitmen terus meningkatkan kinerja dengan mengusung visi misi Presiden Joko Widodo. Komitmen yang dipegang teguh, di antaranya adalah menjadi wilayah yang selalu bebas korupsi; menjaga tata nilai Kemenkumham; serta menjunjung prinsip kerja Istimewa.

Kepala Kanwil Kemenkumham DIY Krismono mengatakan sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo, semua kementerian saat ini tidak hanya harus bekerja keras, tetapi juga bekerja cepat. "Kalau dulu menteri meminta kerja, kerja, kerja keras sekarang kerja, kerja keras dan kerja lebih cepat lagi," katanya saat Peringatan Hari Dharma Karyadhika ke-74 Kanwil Kemenkumham DIY, Rabu (30/10/2019).

Krismono mengakui tiga hari lalu, Kemenkumham DIY mendapat musibah dengan kasus pelarian lima orang warga binaan di Lapas Wates, Kulonprogo. Beruntung, dengan kerja keras dan gerak cepat, seluruh narapidana bisa kembali ditangkap.

"Kami kaget, lapas yang isinya hanya 82 warga binaan, kok ada pelarian. Saya langsung ke lokasi. Petugas berkoordinasi dengan cepat, bergerak cepat," katanya.

Hasilnya, kurang dari 40 jam kelima narapidana yang lepas kembali tertangkap. Semua ini terjadi karena jajaran Kemenkumham DIY mampu berkoordinasi dan sinergi yang baik dengan pihak-pihak terkait. "Ini musibah sekaligus prestasi, bisa cepat menangkap. Kasus ini mudah-mudahan tidak menular ke mana-mana sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Selain itu, seluruh kementerian juga diminta tetap menghindari adanya penyimpangan dan tidak melakukan korupsi. Komitmen tersebut sudah dijalankan oleh Kementerian sehingga harus terus dipertahankan. "Tidak ada visi misi kementerian, yang ada visi misi presiden. Kita yang menjabarkan apa yang menjadi visi misi presiden," katanya.

Selain masalah kinerja dan bebas korupsi, Kanwil Kemenkumham DIY juga akan menitiktekankan pada transparansi kinerja dan anggaran. Saat ini, katanya, jaman transparan. Tidak boleh ada yang ditutupi.

Penggunaan anggaran, kata dia, tidak melulu pada persoalan penyerapan dana tetapi bagaimana output dari kegiatan bisa menghasilkan sesuatu yang baik. Akhir tahun, lanjut dia, biasanya dilakukan penyerapan anggaran setinggi-tingginya. "Tapi hasilnya harus nyata dengan apa yang dilakukan," katanya.

Dia meminta para kepala unit pelaksana teknis untuk memberikan data pegawai yang nakal. Jika masih bisa dibina, Kanwil Kemenkumham DIY akan memberikan pembinaan. Sebaliknya jika setelah diberi pembinaan masih tidak memiliki kinerja yang baik, bisa jadi pegawai tersebut akan dicopot. “Saya juga minta seluruh jajaran pegawai untuk menerapkan tata nilai yang Istimewa, yakni Integritas, Santun, Tertib, Inspiratif, Melayani, Empati, Wibawa, dan Amanah," ucap dia.

Ketua Panitia Peringatan Hari Dharma Karyadhika 74 Kemenkumham DIY Pagar Butar Butar mengatakan sejumlah kegiatan dilakukan menjelang peringatan Hari Dharma Karyadhika. “Mulai dari bakti sosial, kegiatan olahraga, bersih-bersih sarana ibadah hingga ziarah ke makam,” ucap dia.