Bangsal Sewokoprojo Mulai Direvitalisasi

Sejumlah pekerja memperbaiki Bangsal Sewokoprojo di Wonosari, Rabu (30/10/2019). - Harian Jogja/ David Kurniawan
30 Oktober 2019 21:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kebudayaan (Disbud) Gunungkidul mulai merevitalisasi Bangsal Sewokoprojo di Dusun Purbosari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari. Upaya ini dilakukan dengan harapan bekas kantor pemerintahan ini masuk dalam situs cagar budaya.

Kepala Disbud Gunungkidul, Agus Kamtono, mengatakan revitalisasi Bangsal Sewokoprojo sudah dimulai sejak beberapa hari lalu. Proses ini dilakukan dengan mengembalikan bentuk dan struktur bangunan seperti awal pembangunan. Menurut dia, keberadaan bangsal sudah berubah dari bentuk asli, mulai dari penambahan bangunan, penggantian cat hingga pemasangan ornamen ukiran dari kayu jati. “Akan dikembalikan sama seperti saat dibangun awal. Nantinya dalam revitalisasi juga mengganti kayu-kayu yang telah rusak. Namun saya tekankan pergantian tidak mengubah struktur asli bangunan,” kata Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/10/2019).

Dia menjelaskan di dalam revitalisasi tidak dilakukan secara sembarangan karena melibatkan tim ahli tentang cagar budaya. Diharapkan dengan pemugaran ini maka Bangsal Sekowoprojo dapat masuk dalam situs cagar budaya. “Dulu sempat diajukan, tapi karena bentuk bangunan banyak berubah maka usulan ditolak. Nantinya diajukan lagi tapi prosesnya menunggu revitalisasi selesai dilaksanakan,” kata mantan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Gunungkidul ini.

Rencananya, revitalisasi ditarget selesai akhir tahun. Meski demikian, target selesai di akhir tahun bukan berarti proses telah selesai karena Disbud telah mengajukan anggaran untuk revitalisasi lanjutan ke Pemda DIY. “Tahun ini hanya menyasar joglo yang merupakan bangunan induk. Jadi, upaya masih terus dilakukan di tahun depan sehingga program bisa menyasar ke seluruh kawasan,” tuturnya.

Selain revitalisasi, rencananya sejumlah kantor yang berada di kompleks Bangsal Sewokoprojo bakal dipindah. “Kantor Dinas Kebudayaan, Satpol PP dan BPBD akan dipindah. Adapun prosesnya masih menunggu pembangunan gedung pengganti,” katanya.

Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Disbud Gunungkidul, Agus Mantara, mengatakan untuk revitalisasi Bangsal Sewokoprojo Pemkab mengalokasikan Rp1 miliar. Selain itu, pemkab juga mewacanakan Bangsal Sewokoprojo menjadi museum pemerintahan, mengingat bangunan ini memiliki sejarah panjang dalam perkembangan kabupaten terluas di DIY ini. “Kompleks ini dulu menjadi pusat pemerintahan sehingga tidak salah untuk dilestarikan,” katanya.