Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Ilustrasi. /Espos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul terus menelusuri bangunan-bangunan sekolah yang dinilai tidak layak untuk aktivitas belajar mengajar dan rawan terhadap bencana.
“Kami selalu ada pendataan dalam kaitannya dengan kondisi sekolah-sekolah yang perlu direnovasi atau yang perlu direlokasi,” kata Sekretaris Disdikpora Bantul, Lies Ratriana, Rabu (6/11/2019).
Lies mengatakan Disdikpora sudah memiliki data sekolah-sekolah yang memang perlu perbaikan atau perlu relokasi karena ancaman bencana banjir dan tanah longsor. Data tersebut tersebar di sejumlah titik dan perlu diperbaharui terus. Harapannya data tersebut nanti, kata dia, akan menjadi acuan ketika ada program rehab bangunan dari berbagai sumber baik dari pemerintah maupun pihak swasta.
Pihaknya juga akan mengajukan beberapa bangunan sekolah untuk perbaikan tahun depan. Namun Lies belum bisa menyebutkan datanya karena masih dalam pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, “Ada yang diusulkan diperbaiki dengan APBD ada yang dengan Dana Alokasi Khusus,” kata Lies.
Namun sejauh ini, Lies mengklaim tidak ada sekolah di Bantul yang kerusakannya cukup parah yang berpotensi membahayakan siswa dan guru.
Sementara itu data dari Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, jumlah sekolah yang menjadi sekolah siaga bencana (SSB) atau sekolah aman bencana di Bantul hanya 19 sekolah. BPBD tidak bisa menetapkan sembarangan SSB karena terkait kesiapan pihak sekolah dan sarana prasarana serta dukungan anggaran.
Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan beberapa syaat penetapan SSB, di antaranya adalah kelayakan gedung yang harus sesuai dan tahan terhadap gempa, memiliki tempat evakuasi, memiliki tim siaga bencana yang terdiri dari siswa, guru, dan masyarakat, memiliki dokumen kebencanaan, pernah mengikuti simulasi.
“Jadi ada manajemen kebencanaan di sekolah, ada sarana prasarana, dan ada pendidikan pencegahan pengurangan resiko bencana,” kata Dwi. “Kami juga terus memantau kondisi SSB agar terus meningkatkan kemampuan dalam menghadapi bencana dan melengkapi sarana dan prasarana,” kata dia.
Sementara itu 19 sekolah SSB adalah SMP 2 Imogiri, SD 2 Parangtritis, SMA 1 Kretek, SD IT Arraihan, SMA 2 Bantul, SMK 1 Sanden, SMP 1 Pandak, SD 1 Trirenggo, SMP 2 Dlingo, SMP 2 Kretek, SD Unggulan Aisyiyah, SMA 1 Srandakan SD Muhammadiyah Insan Kreatif, SDN Bungkus, SDN 1 Parangtritis, SMA 1 Imogiri, SMK Muhammadiyah 1 Bantul, SMA 1 Sanden, dan SMK Muhammadiyah Imogiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Dakota Johnson dan MGK terlihat bersama di New York. Pertemuan itu kembali memicu rumor asmara, tetapi belum ada konfirmasi dari keduanya.
Skyscanner merilis 10 kota paling nyaman untuk berjalan kaki pada 2026. Córdoba berada di posisi pertama, disusul Nagasaki dan Hiroshima.
Pencarian 8 orang hilang di Selat Sunda memasuki hari ketujuh. SAR mengerahkan 18 kapal dan 1 helikopter, dengan fokus di Sektor X.
Dalam waktu hampir bersamaan, dua Program Studi di Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul.
Riko Simanjuntak meminta PSS Sleman tak larut dalam dua kekalahan dan segera bangkit setelah takluk 1-3 dari Madura United.