Kasus Kekerasan Anak di Gunungkidul Capai 50 hingga Juli
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Puluhan perahu nelayan yang berjajar di pinggir Pantai Baron, Rabu (16/1/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul tahun ini mengalokasikan anggaran Rp4,7 miliar untuk pembebasan lahan di kawasan Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Dana ini belum mencukupi kebutuhan pembebasan lahan secara keseluruhan untuk penataan kawasan pantai.
Kepala Bidang Pertanahan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Disprtaru) Gunungkidul, Agus N. Wihariyadi, mengatakan sesuai dengan detail engineering design (DED) dari Dinas Pariwisata Gunungkidul, total kebutuhan lahan untuk penataan kawasan Pantai Baron mencapai tiga hektare. Meski demikian untuk pembebasan belum bisa dilakukan secara langsung karena prosesnya bertahap.
Hal ini tidak lepas dari kemampuan anggaran yang dimiliki. Sebagai gambaran, kata Agus, tahun ini Pemkab mengalokasikan anggaran Rp4,7 miliar. Sesuai dengan taksiran harga dari tim appraisal, dana tersebut hanya cukup untuk pembebasan lima bidang tanah dengan luasan 5.774 meter persegi. “Masih kurang banyak karena luasan keseluruhan untuk penataan butuh tiga hektare,” katanya kepada Harian Jogja, Kamis (7/11/2019).
Menurut dia kekurangan pembebasan lahan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang dimiliki Pemkab. Selain itu untuk mempercepat upaya pembebasan, Pemkab mengusulkan pembiayaan melalui Dana Keistimewaan DIY. “Sudah kami usulkan untuk kegiatan di 2021,” katanya.
Disinggung mengenai proses pembebasan lahan di tahun ini, Agus mengakui masih dalam proses. Menurut dia untuk saat ini dalam proses musyawarah terkait dengan taksiran harga tanah dari tim appraisal. “Musyawarah sudah berjalan. Dari lima pemilik sudah ada satu orang yang setuju tanahnya dibeli, sedangkan empat lainnya masih menunggu hasil musyawarah dengan keluarga,” tuturnya.
Proses musyawarah harga tanah ditargetkan selesai pada Senin (11/11). Diharapkan tenggat waktu itu warga terdampak sudah memberikan jawaban terkait dengan jual beli tanah. “Kalau setuju dibuatkan berita acara untuk kemudian dilakukan pembayaran. Tapi kalau tidak, tetap dibuatkan berita acara dan akan dimasukkan ke skala prioritas dalam pembebasan di termin berikutnya,” kata Agus.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Sri Suhartanto, mengatakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun penataan kawasan Pantai Baron membutuhkan Rp40 miliar. Rencananya penataan dilakukan dalam beberapa tahap. Di tahap awal pembangunan yakni di 2020, Pemkab mengajukan bantuan ke Pemda DIY melalui Dana Keistimewaan DIY. “Kami usulkan di kegiatan tahun depan sebesar Rp20 miliar. Mudah-mudahan bisa disetujui oleh Pemda DIY sehingga pelaksanaan sesuai dengan yang telah direncanakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.