Pelajar Gunungkidul Diajak Jaga Budi Pekerti dan Budaya Damai
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Sejumlah petani memanen kedelai Dena-1 di Dusun Sri Koyo, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kamis (2/5/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul berkomitmen untuk meningkatkan komoditas kedelai. Meski demikian, penanaman baru akan dimaksimalkan pada saat musim tanam kedua di tahun depan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, untuk meningkatkan produktivitas kedelai, pemerintah sudah menyiapkan benih dengan kualitas unggul. Adapun benih kedelai ini masuk jenis hibrida dengan nama Bio Soy.
“Kedelai jenis ini sudah diujicoba di Kulonprogo dan berhasil. Harapannya ini bisa ditanam di Gunungkidul,” kata Raharjo kepada wartawan, Rabu (6/11/2019).
Menurut dia, kedelai jenis memiliki potensi dua ton per hektare. Namun harapannya saat di Gunungkidul bisa mencapai 1,4-1,6 ton per hektarenya. Untuk penanaman, lanjut Raharjo, untuk masa tanam pertama, target luasan lahan tidak begitu luas karena hanya menargetkan 750 hektare. Hal ini dikarenakan pada masa tanam pertama, petani masih fokus menanam padi karena ketersediaan air dari hujan masih besar.
Rencananya, penanaman kedelai baru dioptimalkan pada masa tanam kedua. Ditargetkan di musim tanam ini ada 4.000 hektare lahan yang ditanami kedelai. “Mudah-mudahan ini bisa dioptimalkan sehingga produktivitas kedelai masih bisa ditingkatkan,” katanya.
Ia menambahkan, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian ketika menanam kedelai. Selain kondisi tanah, sejumlah hama mengintai tanaman ini seperti ulat jengkal dan ulat grayak. Hama ini bisa menggagalkan panen karena memakan daun pada saat berusia 30 sampai 45 hari. “Untuk itu agar bisa berkembang harus dirawat dengan baik dengan memberikan pupuk secara berkala,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pertanian Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto berharap kepada petani untuk tidak hanya fokus pada tanaman padi. Pasalnya, dengan menanam kedelai juga bisa menjadi salah satu komoditas meningkatkan pendapatan. “Harapannya petani bisa serius. Selain varietas Bio Soy, kami juga memberikan bantuan benih varietas grobogan kepada para petani,” katanya.
Diharapkan dengan penanaman secara massif yang dibarengi dengan perawatan dan pengendalian hama, maka benih yang ditanam bisa menghasilkan kedelai seberat dua ton per hektarenya. “Mudah-mudahan pada saat penanaman tidak banyak masalah sehingga panen bisa dioptimalkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Peretas curi 30 TB data militer dari IMCO, pemasok tank Merkava Israel. Dokumen sensitif dan cetak biru senjata diduga bocor dalam serangan siber ini.
Setir mobil terasa berat? Kenali 8 penyebab utama, mulai dari pompa power steering hingga tekanan ban, serta 5 cara mengatasinya untuk keselamatan Anda.
Qualcomm naikkan harga chip mulai September 2026. Dampaknya, harga HP flagship Samsung, laptop, dan gawai pintar dipastikan ikut melonjak.
Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia. Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara hingga pengganti definitif d
Mercedes terancam dilarang jual di AS karena kepemilikan saham China di atas 20%. RUU Senat batasi 15%, namun sinyal tak akan larang merek ini.