PILKADA BANTUL: Serius Awasi Netralitas ASN, Bawaslu Gandeng LO dan ORI DIY

Ilustrasi Pilkada
12 November 2019 16:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Dalam menegakkan netralitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bantul selama pelaksanaan Pilkada Bantul 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul menggandeng sejumlah lembaga pengawas kinerja ASN seperti Lembaga Ombudsman DIY dan Ombudsman Republik Indonesia (ORI). Bila terjadi pelanggaran akan disampaikan ke Komisi ASN.

Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa, Bawaslu Bantul, Jumarno mengatakan selain sosialisasi ke OPD-OPD Pemkab Bantul, Bawaslu juga menyosialisasikan terkait dengan pelanggaran pilkada ke partai politik yang sudah dilakukan sejak sepekan terakhir. Dia meminta partai politik maupun bakal calon kepala daerah tidak menarik-narik ASN, TNI-Polri dan perangkat desa untuk terlibat dalam dukung-mendukung. “Biarkan ASN bekerja sesuai tupoksinya melayani masyarakat,” ucap Jumarno.

Bupati Bantul Suharsono menyatakan sudah mewanti-wanti semua ASN di jajaran Pemerintahan Kabupaten Bantul untuk netral. Meski berencana mencalonkan kembali dalam pilakda 2020 mendatang, Suharsono mengklaim akan bersikap netal tidak akan melibatkan ASN dalam kegiatan kampanye. “Waktunya kampanye nanti semua ASN, semua kepala desa sampai Sekda saya larang ikut kampanye. Jangan ikut saya, saya cukup dengan relawan dan partai saya,” ujar Suharsono dala, Rapat Koordinasi Komprehensip Pengawasan Pilkada 2020 di Parasamya, Komplek Pemerintahan Kabupaten Bantul.