Panen Singkong Gunungkidul Capai 22 Ton per Hektare
Panen singkong mulai berlangsung di Gunungkidul dengan produktivitas mencapai 22 ton per hektare. Hasil penjualan gaplek menjadi penopang ekonomi warga di tenga
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Memasuki masa kampanye Pilkades Serentak 2019, para calon maupun simpatisan dan pendukung diminta untuk menjaga suasana kondusif. Pasalnya, penyelenggaraan pesta demokrasi di tingkat desa ini dinilai bisa lebih rawan ketimbang pelaksanaan pilkada maupun pemilu.
Anggota DPRD Gunungkidul, Suharjo, mengatakan pelaksanaan pilkades berbeda dengan pemilu lainnya. Selain cakupan wilayah yang lebih sempit, dari sisi kerawaan juga lebih tinggi, terutama calon yang bersaing hanya dua orang sehingga potensi pembelahan di tengah masyarakat semakin besar.
Persaingan di pilkades hanya mempertemukan antarwarga yang saling bertetangga. Hal inilah yang menjadi indikasi pelaksanaan bisa lebih panas. Oleh karena itu, Suharjo meminta kepada calon maupun para pendukung untuk bisa bersikap dewasa sehingga suasana tetap kondusif. “Kalau memegang prinsip fanatisme yang berlebihan, maka antarwarga bisa terpecah dan ini tidak baik,” kata Cokro, sapaan akrab Suharjo saat ditemui wartawan, akhir pekan kemarin.
Ia menuturkan di penyelenggaraan pilkades sebelumnya sudah banyak kasus di mana saat pemilihan berakhir, kehidupan bermasyarakat belum bisa kembali menyatu karena adanya perbedaan pilihan. “Ini yang harus dihindari karena semua pemilih hanya bertetangga. Beda pandangan boleh, tapi setelah pilkades selesai semua harus bersatu lagi dan jangan terpecah,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Bupati Gunungkidul, Badingah. Menurut dia, kesuksesan penyelenggaraan Pemilu 2019 harus menjadi acuan. Apalagi pilkades serentak yang digelar sebelumnya juga berjalan lancar sehingga pelaksanaan di tahun ini juga tidak boleh ada peristiwa atau kejadian yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat. “Kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan adalah sinergitas, komunikasi, dan koordinasi dari semua pihak-pihak yang terlibat,” kata Badingah, Minggu (17/11/2019). Selain itu, untuk menjaga suasana kondusif juga dibutuhkan sikap kedewasaan politik dari calon, pendukung maupun simpatisan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panen singkong mulai berlangsung di Gunungkidul dengan produktivitas mencapai 22 ton per hektare. Hasil penjualan gaplek menjadi penopang ekonomi warga di tenga
Jadwal SIM Keliling Sleman Kamis 23 Juli 2026 digelar di MPP. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja Kamis 23 Juli 2026 cerah di seluruh wilayah DIY. Waspadai bediding, dehidrasi, dan risiko kebakaran lahan.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Kalurahan Gilangharjo Pukul 08.00 – 10.00 WIB. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Magelang menyampaikan berbagai catatan dan masukan terhadap dua rancangan peraturan daerah (Raperda)
Timnas putri Indonesia juara AFF Women's Cup 2026 usai menang 5-0 atas Laos. Garuda Pertiwi mempertahankan gelar dan lolos ke ASEAN Women's Championship 2027.