Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Memasuki masa kampanye Pilkades Serentak 2019, para calon maupun simpatisan dan pendukung diminta untuk menjaga suasana kondusif. Pasalnya, penyelenggaraan pesta demokrasi di tingkat desa ini dinilai bisa lebih rawan ketimbang pelaksanaan pilkada maupun pemilu.
Anggota DPRD Gunungkidul, Suharjo, mengatakan pelaksanaan pilkades berbeda dengan pemilu lainnya. Selain cakupan wilayah yang lebih sempit, dari sisi kerawaan juga lebih tinggi, terutama calon yang bersaing hanya dua orang sehingga potensi pembelahan di tengah masyarakat semakin besar.
Persaingan di pilkades hanya mempertemukan antarwarga yang saling bertetangga. Hal inilah yang menjadi indikasi pelaksanaan bisa lebih panas. Oleh karena itu, Suharjo meminta kepada calon maupun para pendukung untuk bisa bersikap dewasa sehingga suasana tetap kondusif. “Kalau memegang prinsip fanatisme yang berlebihan, maka antarwarga bisa terpecah dan ini tidak baik,” kata Cokro, sapaan akrab Suharjo saat ditemui wartawan, akhir pekan kemarin.
Ia menuturkan di penyelenggaraan pilkades sebelumnya sudah banyak kasus di mana saat pemilihan berakhir, kehidupan bermasyarakat belum bisa kembali menyatu karena adanya perbedaan pilihan. “Ini yang harus dihindari karena semua pemilih hanya bertetangga. Beda pandangan boleh, tapi setelah pilkades selesai semua harus bersatu lagi dan jangan terpecah,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Bupati Gunungkidul, Badingah. Menurut dia, kesuksesan penyelenggaraan Pemilu 2019 harus menjadi acuan. Apalagi pilkades serentak yang digelar sebelumnya juga berjalan lancar sehingga pelaksanaan di tahun ini juga tidak boleh ada peristiwa atau kejadian yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat. “Kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan adalah sinergitas, komunikasi, dan koordinasi dari semua pihak-pihak yang terlibat,” kata Badingah, Minggu (17/11/2019). Selain itu, untuk menjaga suasana kondusif juga dibutuhkan sikap kedewasaan politik dari calon, pendukung maupun simpatisan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Warga Desa Narasaosina menyerahkan 57 senjata rakitan sisa konflik Adonara Timur kepada Polres Flores Timur demi menjaga perdamaian.
Program Beasiswa Santri Jateng 2026 masih dibuka hingga Juli. Pendaftar sudah mencapai 825 santri untuk studi dalam dan luar negeri.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Minggu malam. BPPTKG minta warga tetap waspada.
AHY memastikan penyesuaian tarif tiket pesawat dilakukan terukur di tengah kenaikan harga energi dunia akibat konflik Timur Tengah.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.