Tingkatkan Budaya Baca, Festival Literasi Gunungkidul 2026 Resmi Digelar
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul menggelar Festival Literasi 2026 selama lima hari untuk memacu budaya membaca dan berkarya di masyarakat.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Memasuki masa kampanye Pilkades Serentak 2019, para calon maupun simpatisan dan pendukung diminta untuk menjaga suasana kondusif. Pasalnya, penyelenggaraan pesta demokrasi di tingkat desa ini dinilai bisa lebih rawan ketimbang pelaksanaan pilkada maupun pemilu.
Anggota DPRD Gunungkidul, Suharjo, mengatakan pelaksanaan pilkades berbeda dengan pemilu lainnya. Selain cakupan wilayah yang lebih sempit, dari sisi kerawaan juga lebih tinggi, terutama calon yang bersaing hanya dua orang sehingga potensi pembelahan di tengah masyarakat semakin besar.
Persaingan di pilkades hanya mempertemukan antarwarga yang saling bertetangga. Hal inilah yang menjadi indikasi pelaksanaan bisa lebih panas. Oleh karena itu, Suharjo meminta kepada calon maupun para pendukung untuk bisa bersikap dewasa sehingga suasana tetap kondusif. “Kalau memegang prinsip fanatisme yang berlebihan, maka antarwarga bisa terpecah dan ini tidak baik,” kata Cokro, sapaan akrab Suharjo saat ditemui wartawan, akhir pekan kemarin.
Ia menuturkan di penyelenggaraan pilkades sebelumnya sudah banyak kasus di mana saat pemilihan berakhir, kehidupan bermasyarakat belum bisa kembali menyatu karena adanya perbedaan pilihan. “Ini yang harus dihindari karena semua pemilih hanya bertetangga. Beda pandangan boleh, tapi setelah pilkades selesai semua harus bersatu lagi dan jangan terpecah,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Bupati Gunungkidul, Badingah. Menurut dia, kesuksesan penyelenggaraan Pemilu 2019 harus menjadi acuan. Apalagi pilkades serentak yang digelar sebelumnya juga berjalan lancar sehingga pelaksanaan di tahun ini juga tidak boleh ada peristiwa atau kejadian yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat. “Kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan adalah sinergitas, komunikasi, dan koordinasi dari semua pihak-pihak yang terlibat,” kata Badingah, Minggu (17/11/2019). Selain itu, untuk menjaga suasana kondusif juga dibutuhkan sikap kedewasaan politik dari calon, pendukung maupun simpatisan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul menggelar Festival Literasi 2026 selama lima hari untuk memacu budaya membaca dan berkarya di masyarakat.
SIM Keliling Polda DIY Selasa 22 September 2026 hadir di Condongcatur. Cek jadwal, syarat, lokasi, dan biaya perpanjangan SIM.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 22 September 2026 tersedia di lima rute. Tarif promo masih Rp50.000 hingga September.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 22 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 22 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.