Andalkan Sejarah, Gunung Minjil Terus Digenjot

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dispar DIY Wardoyo (empat dari kanan) berfoto bersama pengelola objek wisata Gunung Minjil, Senin (18/11/2019). - Istimewa/Dinas Pariwisata DIY
19 November 2019 20:27 WIB Kiki Luqmanul Hakim Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Guna menumbuhkan kesadaran tentang wisata, Dinas Pariwisata (Dispar) DIY menggelar Kampanye Sadar Wisata di kawasan wisata Gunung Minjil, Gandekan, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Bantul, Senin (18/11/2019).

Gunung Minjil yang merupakan area petilasan Pangeran Diponegoro adalah kawasan wisata yang terbilang masih baru. Itulah sebabnya, pembekalan diharapkan bisa dimanfaatkan memepersiapkan sumber daya manusia yang siap mengelola kawasan wisata tersebut.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Minjil Arif Suharson mengatakan acara tersebut dihadiri oleh tiga pemateri yang sudah ahli di bidang pariwisata. "Pertama, ada Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinpar DIY, Wardoyo, dan kedua adalah anggota DPRD DIY, Joko Purnomo. Mereka ini yang memotivasi agar kami terus mengembangkan desa kami jadi desa wisata. Saat ini masih rintisan desa wisata," katanya kepada Harianjogja.com, Senin.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dispar DIY, Wardoyo, mengaku sangat mendukung jika ada acara pembelakan seperti ini. Menurut dia setiap rintisan desa wisata wajib melakukan pembekalan sebelum menjadi desa wisata.

"Untuk menjadi desa wisata memang harus dibekali dulu agar semua siap, seperti sumber daya manusia, konsep yang diterapkan dan juga cara pemasaran serta pengelolaan harus bagus," katanya.

Gunung Minjil, kata dia, sangat berpotensi dikembangkan dengan menggunakan konsep destinasi wisata edukasi sejarah. "Keuntungan dasi tempat ini adalah bekas petilasan Pangeran Diponegoro. Ini jadi satu keuntungan bagi pengelola untuk menarik pengunjung, karena sejarah tidak bisa dilupakan begitu saja, untuk akses jalan sudah kami bantu," ucapnya.

Sementara itu anggota DPRD DIY Joko Purnomo menyampaikan Dewan juga akan selalu mendukung dan membantu destinasi-destinasi wisata yang khususnya masih menjadi rintisan desa wisata agar menjadi desa wisata. "Saya berikan motivasi agar para warga antusias dan kesadarannya akan wisata lebih meningkat, DIY ini sangat potensi wisata yang perlu dikembangkan tapi masih butuh pembekalan seperti ini," katanya.

Dia berharap setelah pembekalan tersebut, warga Gunung Minjil bisa lebih antusias lagi dalam mengolah objek wisata tersebut. “Intinya, jangan berhenti berinovasi, karena jika suatu destinasi wisata diolah dengan baik maka ekonomi warganya juga akan terbantu,” kata dia.