Etomidate Rp97,8 Miliar Disita, Ini Bahaya Obat Bius dalam Vape
Polisi menyita 8,6 liter etomidate senilai Rp97,8 miliar di Bandara Soetta. Kenali fungsi medis dan bahaya etomidate yang disalahgunakan dalam vape.
Warga mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS)./JIBI-Bisnis.com-Rachman
Harianjogja.com, JOGJA—Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Sleman menjagokan birokrat aktif di Pemkab Sleman dalam Pilkada 2020. Sosok yang masih dirahasiakan identitasnya ini diklaim telah mendapatkan dukungan dari kepala desa hingga kepala dusun (dukuh).
Ketua DPC PDIP Sleman Koeswanto mengatakan partainya mendorong kalangan birokrat karena tidak kader partai yang berani maju.
“Kenapa kami munculkan birokrat, harusnya kan internal partai? Saya tawarkan kepada kader partai enggak ada yang berani, makanya [mendorong birokrat],” katanya di Gedung DPRD DIY belum lama ini.
Anggota DPRD DIY ini menilai birokrat ini memiliki basis massa yang kuat.
“Saya sebelum mendorong dia untuk maju, saya sudah survei di birokrasi, kepala desa, dukuh, seperti apa ke depan, pilihan bupati sampean [anda] siapa ke depan? Mereka ngomong sendiri [memilih birokrat tersebut], yang jelas prinsip kami mendukung birokrat, yang penting nasionalis,” ujarnya.
Menurut Koeswanto PNS Pemkab Sleman yang dijagokan ini bahkan sudah mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP.
Koeswanto enggan membocorkan identitas PNS Pemkab Sleman tersebut. Alasannya sudah menjadi tradisi di partainya, bahwa pimpinan tingkat daerah maupun cabang tidak menyampaikan nama bakal calon bupati atau bakal calon wakil bupati ke masyarakat sebelum diputuskan DPP PDIP.
Ketua DPD PDIP Nuryadi mengatakan pihaknya pimpinan daerah tidak memiliki peran yang signifikan karena proses penjaringan dilakukan DPC. Pengurus di tingkat provinsi hanya mencocokkan, kemudian mengirimkan nama hasil penjaringan DPC itu untuk dibawa ke DPP.
“Termasuk seleksi awal pun kami enggak [ikut] apa-apa, jadi pendafatar, jadi kami hanya kelewatan. Kalau itu [PNS] aktif saya belum tahu,” ujarnya di Kepatihan, Kamis (21/11/2019).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menyita 8,6 liter etomidate senilai Rp97,8 miliar di Bandara Soetta. Kenali fungsi medis dan bahaya etomidate yang disalahgunakan dalam vape.
Pemerintah siapkan Rp6,26 triliun untuk Program Magang Nasional dan pelatihan vokasi 2026, targetkan ratusan ribu peserta.Kata Kunci SEO
DPR usul gaji guru minimal Rp5 juta per bulan, respons pidato Prabowo soal kebocoran anggaran negara.
Prabowo sebut tahu dalang demo dibayar, soroti aksi tanpa tuntutan jelas dalam Penas KTNA 2026 di Gorontalo.
Belanja masyarakat Juni 2026 melambat, MSI hanya naik 0,1%. Kelompok atas mulai menahan konsumsi seiring IKK moderat.
BPKPAD Bantul genjot pajak baliho, realisasi Rp1,9 miliar. Baliho tak berizin siap ditindak hingga pembongkaran.