Pelaku Wisata Kabrokan Kulon Dikenalkan Sapta Pesona

Anggota DPRD DIY Joko Purnomo (tiga dari kanan) menyampaikan materi dalam Kampanye Sadar Wisata di Kabrokan Kulon, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul, Kamis (14/11/2019) lalu. - Istimewa/Dispar DIY
22 November 2019 13:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Setelah menggelar Kampanye Sadar Wisata di sejumlah dusun dan destinasi wisata, kini giliran pelaku wisata dan warga di Kabrokan Kulon, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul yang menerima sosialisasi mengenai Sadar Wisata dan Sapta Pesona dari Dinas Pariwisata (Dispar) DIY. Kampanye Sadar Wisata yang digelar di Kabrokan Kulon, Kamis (14/11/2019) tersebut bertujuan menguatkan sumber daya pengelola wisata dan warga setempat dalam mengembangkan destinasi wisata.

Kampanye Sadar Wisata di Kabrokan Kulon dihadiri sekitar 50 orang dari warga, pelaku wisata, hingga perangkat desa setempat. Dalam kampanye tersebut beberapa narasumber dihadirkan, di antaranya adalah Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pariwisata API, Endang Widayati; anggota DPRD DIY, Joko Purnomo; Kasi Kelembagaan Bidang Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata DIY Sri Purwanti; serta Kepala Desa Sendangsari Irwan Susanto.

Kabid Pengembangan Kapasitas, Dispar DIY, Wardoyo mengatakan pentingnya masyarakat memahami sadar wisata dan menjalankan pesona wisata, karena kedua hal tersebut merupakan hal pokok dalam pengembangan destinasi wisata. “Percuma objek wisatanya bagus tapi masyarakatnya tidak peduli,” kata Wardoyo, Kamis.

Dia menilai banyak objek wisata yang bagus, namun kesadaran masyarakat masih kurang sehingga kurang berkembang. Pengelola wisata dan warga menjadi salah satu faktor kunjungan wisatawan bisa bertahan. “Misalnya bagaimana pengelola dan warga bisa membuat wisatawan aman saat berwisata, objek wisatanya yang bersih, tertib, sejuk, dan masyarakatnya ramah,” ucap dia.

Anggota DPRD DIY, Joko Purnomo mengatakan masyarakat harus pandai mengembangkan potensi wisata karena wisata salah satu yang menjadi daya tarik DIY, termasuk di dalamnya Bantul. Dewan diakui dia juga fokus mendorong Pemda DIY untuk membangun infrastruktur yang mendukung berkembangnya banyak destinasi wisata. “Dengan berkembangnya destinasi wisata maka muaranya adalah kesejahteraan masyarakat setempat karena banyak usaha kecil yang terlibat baik dari kuliner, kerajinan dan sebagainya,” kata Joko.

Kepala Desa Sendangsari, Irwan Susanto mengakui sejak beberapa tahun terakhir Pemdes Sendangsari berkomitmen menjadikan wisata sebagai salah satu fokus pembangunan untuk kesejahteraan masyarakatnya. Banyak potensi wisata di Sendangsari yang sudah maaju maupun wisata yang masih butuh sentuhan.

Potensi wisata itu di antaranya adalah sentra batik kayu di Desa Wisata Krebet yang sudah mendunia dan sudah menjadi juara satu tingkat DIY dan akan maju tingkat nasional pada 2021 mendatang; wisata sejarah Ki Ageng Mangir di Dusun Mangir yang pokdarwisnya sudah menjadi juara lima tingkat nasional; Sendang Ngembel dan Curug Banyunibo.

“Untuk menerapkan sapta pesona masih perlu kerja keras. Tapi di beberapa destinasi sudah banyak yang maju dan dapat memberdayakan warganya. Kami sudah membuat forum Pokdarwis untuk saling berbagi pengalaman kesuksesan dalam mengelola wisata,” kata Irwan.