Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Kontes Robot Taman Pintar Yogyakarta (KRPY) di Taman Pintar, Sabtu (23/11/2019). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Sebanyak 220 tim yang terdiri dari pelajar SD, SMP dan SMA di Jogja dan Jawa Tengah beraduketangkasan dalam Kontes Robot Taman Pintar Yogyakarta (KRPY) dengan tema Aku Bangga Robot Pintar Yogyakarta 2019, di Taman Pintar, Sabtu dan Minggu (23-24/11/2019).
Kepala Bidang Taman Pintar, Afia Rosdiana, menjelaskan KRPY merupakan rangkaian pembuka peringatan HUT 11 Taman Pintar yang jatuh pada Senin (16/12) mendatang, dengan mengusung tema Aksi Kecil Untuk Bumiku.
“Pada peringatan ini kami mengajak masyarakat khususnya pengunjung untuk melakukan aksi peduli pada lingkungan. Isu lingkungan masih relevan diangkat karena kondisi bumi saat ini cukup memperihatinkan. Aksi menghijaukan bumi bisa dimulai dari bagian paling kecil, yakni diri sendiri,” ujarnya, Sabtu (23/11/2019).
KRPY kata dia, merupakan aplikasi inovasi sains dan teknologi tingkat pelajar yang diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana pembelajaran tentang robotika. Dengan format kompetisi, diharapkan para peserta semakin termotivasi untuk menciptakan karya terbaiknya.
Dalam KRPY, setiap tim terdiri dari tiga siswa dengan didampingi satu guru pembimbing. Setiap tim ditugaskan untuk merancang, membuat, mengoperasikan robot dan mengatur strategi. Perlombaan dibagi dalam lima tim, yakni A (Senior), B (Junior), C (Expert), D (Umum) dan E (SD).
Sebanyak tiga tim terbaik dari masing-masing kategori akan keluar sebagai pemenang. “Selain itu, juri akan memilih satu karya robot terbaik dari seluruh kategori untuk diberi penghargaan sebagai Robot Inovasi Terbaik,” kata dia.
Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan robot sebenarnya tidak jauh dari dunia bermain anak-anak. Dengan mengakrabkan anak-anak dan robot, diharapkan dapat memacu daya kreativitas peserta. Kompetisi ini menurutnya menjadi upaya menyongsong teknologi masa depan.
“Apa yang dulu hanya kita lihat di film-film, hari ini sudah menjadi kenyataan. Harapannya kegiatan ini tidak hanya berhenti pada lomba ini saja. Dari sini seharusnya bisa menumbuhkan komunitas robotika yang akan menjadi media bertemu dan mengasah kemampuan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Rupiah menguat ke Rp17.922 per dolar AS, didorong efisiensi anggaran MBG dan intervensi Bank Indonesia.
Warga Pracimantoro ajukan 13 tuntutan, desak revisi RTRW Wonogiri dan tolak pabrik semen demi kelestarian karst.
Libur sekolah picu lonjakan penumpang kereta di Jogja hingga 54 ribu, naik 21 persen dari hari biasa.
"Desa Kranggan luar biasa majunya. Ini yang terus kita potret. Kita tadi ajak sebagian kepala dinas kita untuk melihat langsung bagaimana desa ini berkembang"
OJK cabut izin BPR Ceper Klaten. LPS jamin simpanan nasabah dan proses likuidasi hingga Oktober 2026.