Dua Pekan, 17 Tersangka Curanmor Diringkus

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto (duduk kanan) dan Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo (duduk kiri) saat jumpa pers Operasi Curanmor Progo 2019 di Mapolda DIY, Senin (25/1/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
25 November 2019 19:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Selama dua pekan digelarnya Operasi Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) Progo 2019, sebanyak 17 tersangka berhasil diringkus oleh jajaran Polda DIY.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda DIY Komisaris Besar Pol Yuliyanto mengatakan Operasi Curanmor Progo 2019 digelar selama 14 hari, mulai Senin (11/11) sampai dengan Minggu (24/11). Selama digelarnya operasi itu, kata dia, sebanyak 18 kasus berhasil diungkap dengan toal tersangka 17 orang. “Dari 18 kasus tersebut, 13 kasus di antaranya adalah target operasi kami, sedangkan lima lainnya adalah nontarget operasi,” ucap dia saat jumpa pers di Mapolda DIY, Senin (25/11/2019).

Terkait dengan barang bukti, total ada 24 barang bukti yang berhasil disita selama pengungkapan kasus curanmor. Masing-masing, kata Yuliyanto pada yang terdiri dari 18 unit sepeda motor dan sisanya barang bukti berupa alat komunikasi dan tanda pengenal.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda DIY Komisaris Besar Pol Hadi Utomo mengatakan sejak 11-24 November kepolisian DIY memang menggelar operasi khusus untuk menindaklanjuti laporan masyarakat yang berkaitan dengan curanmor.

Dia menjelaskan setidaknya ada 13 target yang ia bidik. “Syukurlah semua bidikan kami terungap. Dari 13 kasus itu ada 17 tersangka yang diamankan," ujar dia.

Hadi mengatakan ke-17 tersangka yang diamankan bukan hanya pelaku yang berasal dari Jogja namun juga pelaku yang berasal dari luar DIY. "Pencurian memang mereka lakukan di Jogja, tetapi mereka kebanyakan berasal dari luar DIY, seperti Magelang, Kebumen, dan Magetan," ucap dia.

Selain itu, polisi juga sudah melakukan pemetaan sebelumnya karena kebanyakan tersangka menjual hasil curiannya ke luar wilayah DIY. "Kami memetakan dulu, karena mereka banyak menjual hasil curiannya ke luar DIY. Dari sini, kami menetapkan mereka sebagai target operasi. Kalau pencurian yang dilakukan oleh tersangka warga DIY, dilakukan pengungkapan tanpa melakukan operasi khusus," ucap dia.

Adapun soal adanya lima orang tersangka nontarget operasi, dia Hadi mengakui hal itu adalah buah dari pengembangan kasus. “Namun kelima orang ini belum bisa kami publikasikan, karena kami terus mengembangkan kasus," kata Hadi.