Warga Jogja Diminta Waspada Serangan Tawon Endhas

Petugas Damkar Klaten menunjukkan sarang tawon yang sudah dibasmi di sela-sela Sosialisasi Penanggulangan Tawon di Pendapa Pemkab Klaten, Senin (14/1/2019). - Solopos / Ponco Suseno
02 Desember 2019 18:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Merespons tewasnya sejumlah orang akibat serangan Tawon Vespa Affinis atau Tawon Endhas di Jawa Barat dan Jawa Tengah, Warga Jogja diimbau untuk berhati-hati saat menemukan sarang tawon ini, jika perlu melapor pada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Jogja untuk segera ditangani.

Kepala Seksi Seksi Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta, Mahargyo, menjelaskan sebenarnya untuk wilayah perkotaan, sarang tawon relatif lebih jarang ditemui ketimbang di wilayah desa. "Yang banyak sebenarnya malah di Kabupaten-Kabupaten," katanya, Senin (2/12/2019).

Meski demikian, ia tetap mengimbau warga Kota Jogja untuk tetap berhati-hati. Di wilayah perkotaan, sarang tawon biasanya ditemui di permukiman. Jika warga menemukan sarang tawon yang terlihat bisa ditangani sendiri, maka sebaikan ditangani sendiri dengan memperhatikan keamanan.

Untuk meminimalisir kemungkinan tawon mubal saat sarang diambil, ia menyarankan pengambilan dilakukan malam hari. "Gunakan kain untuk menutupi sarangnya, lalu masukkan ke dalam karung bagor," ungkapnya.

Jika menemukan sarang tawon di dalam rumah dan dirasa membahayakan, ia sarankan untuk langsung lapor Damkar Kota Jogja. Namun jika sarang berada di luar rumah dan tidak mengganggu aktivitas, ia menyarankan untuk didiamkan saja. "Kalau di pohon biasanya tidak kami tinfaklanjuto karena tidak mengganggu," katanya.

Dari pengalamann menangani sarang tawon, paling sulit kata dia joka sarang itu berada di pojokan atap rumah. Sebab biasanya yang terlihat belum semuanya, melainkan masih ada bagian lebih besar tersembunyi di balok plafon. Dalam kasus seperti ini, biasanya timnya akan membuka genting.

Meski tak sedikit sarang Tawon Endhas yang ia tangani, sejauh ini belum ada kasus yang sampai membahayakan nyawa timnya maupun warga. "Ada juga beberapa kali kami disengat, tapi tidak sampai membahayakan. Untuk penanganan tawon kami juga ada baju khusus," katanya.

Kepala Damkar Kota Jogja, Nurhidayat, menyenutkan dalam kurun 2019 ini telah melakukan 191 rescue di luar kebakaran, yang lebih dari setengahnya adalah penanganan pada sarang tawon. "Cukup banyak, 50 persen lebih merupakan kasus sarang tawon," ujarnya.

Selain sarang tawon, rescue lain yang juga cukup banyak adalah menyelamatkan kucing yang terjebak di dalam sumur. "Terakhir tadi malam kucing masuk sumur. Sampai hari ini bisa ditangani dengan baik. Laporan warga langsung kami tindak lanjuti," katanya.