Jadwal Bus Wisata KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 31 Agustus 2026
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 31 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Salah satu narasumber memaparkan materinya dalam Diskusi Manajemen Pengelolaan Air, Mengatasi Masalah Kekeringan di DIY di Kantor DPD DIY, Jogja, Senin (2/12/2019)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah wilayah terdampak kekeringan di DIY dinilai memiliki potensi sumber daya air yang besar namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Pemda DIY menjanjikan pembangunan sumur bor di 144 titik selesai pada 2022 dengan target bebas dropping air.
Ahli Hidrogeologi Fakultas Teknik UGM Heru Hendrayana mengatakan DIY memiliki sumber daya air tanah yang besar tetapi bukan berarti bisa dimanfaatkan seenaknya, namun harus melalui pengelolaan yang baik. Selama ini sejumlah titik kekeringan lantaran banyak potensi yang belum dikelola dengan baik.
“Sehingga seolah-olah hanya dropping air solusinya [saat terjadi kemarau]. Padahal masih ada cara lain seperti membangun sumur bor kemudian dibuatkan penampungan di tempat ketinggian lalu dialirkan ke rumah-rumah warga,” ucap dia dalam Diskusi Manajemen Pengelolaan Air, Mengatasi Masalah Kekeringan di DIY di Kantor DPD DIY, Jalan Kusumanegara, Senin (2/12/2019).
Dalam dikusi itu dihadiri sukarelawan serta pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten/kota se-DIY serta sejumlah ahli bidang hidrologi tesebut mengaku pernah mempraktikkan cara pembuatan sumur bor secara sederhana di kawasan terdampak kekeringan di Borobudur, Jawa Tengah.
Hanya dengan sumur bor berkedalaman 40 meter dengan biaya sekitar Rp25 juta namun menjadi solusi bagi warga. “Pembangunan sumur bor jangan dibayangkan seperti PDAM atau industri sehingga harus izin. Tidak. sumur yang sederhana saja tetapi air bisa keluar sekitar 30 meter, kemudian air diangkat ke lokasi lebih tinggi, sehingga bisa dialirkan ke rumah warga,” ucap dia.
Anggota DPD RI Afnan Hadikusumo menyarankan kepada Pemda DIY maupun kabupaten/kota untuk merespons kajian ahli terkait besarnya potensi sumber daya air di wilayah terdampak kekeringan di DIY. Pengelolaan bisa dilakukan oleh masyarakat secara mandiri atau dikelola pemerintah melalui PDAM.
Selain itu harus ada regulasi yang mendukung untuk pengelolaan air tanah yang akan didistribusikan untuk masyarakat. Oleh karena itu pihaknya mendukung jika Pemda DIY membangun sumur bor untuk mengatasi masalah kekeringan yang selama ini hanya ditangani melalui pengedropan. “Sebenarnya ada bak penampungan di setiap dusun untuk pengelolaan air tanah, tetapi harus ada kesadaran masyarakat untuk memelihara penampungan air tanah, karena selama ini belum dikelola dengan baik,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana menjelaskan Pemda DIY telah melakukan sejumlah kajian dengan melibatkan ahli terkait potensi pembuatan sumur bor untuk mengatasi kekeringan. Adapun ditarget hingga 2022 sebanyak 144 titik sumur bor dibangun di wilayah terdampak kekeringan. “Kami berharap ada akselerasi dengan dukungan DPD maupun DPRD supaya kebutuhan air di masyarakat bisa terpenuhi,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 31 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Lionel Messi punya catatan istimewa pada 1 September dengan 4 gol dari dua laga bersama Barcelona dan Argentina.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu keberangkatan di 13 stasiun.
Jadwal KRL Palur-Jogja Selasa 1 September 2026 tersedia dalam 15 perjalanan, dengan keberangkatan dari Palur mulai 05.00 hingga 20.42 WIB.
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.