Sejumlah Desa di Prambanan Disapu Angin Kencang

Ilustrasi angin kencang. - JIBI
02 Desember 2019 21:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sejumlah desa di Kecamatan Prambanan disapu angin kencang, Senin (2/12/2019). Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun sejumlah pemukiman warga dilaporkan mengalami kerusakan.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Sleman Makwan mengatakan kejadian angin kencang disertai hujan terjadi sekitar pukul 13:15 WIB. Saat itu, hujan yang turun disertai angin kencang. Angin kencang dilaporkan melanda tiga desa di Prambanan, mulai Desa Bokoharjo, Madurejo dan juga Desa Sumberharjo.

"Tidak ada korban jiwa dari bencana angin kencang itu. Tetapi beberapa rumah warga dilaporkan rusak akibat terpaan angin dan kejatuhan pohon yang tumbang," jelasnya, Senin, malam.

Di Madurejo, angin kencang melanda di Dusun Morobangun, Dusun Serut, Dusun Candisingo, Dusun Totogan dan Dusun Singoderepan. Tercatat, sedikitnya 11 pohon di Madurejo tumbang dan menimpa rumah warga. Sebagian asbes dan atap rumah warga juga rusak disapu angin.

Tidak hanya itu, pepohonan yang tumbang sempat melintang di jalan dan menimpa jaringan listrik di sekitar lokasi. Saking kencangnya angin, meteran rumah salah satu warga di Dusun Sawo Sumberharjo juga ikut terlepas. "Sebagian besar proses evakuasi pohon sudah selesai. Masih ada yang belum dievakuasi dan akan dilanjutkan besok (hari ini)," katanya.

Selain Madurejo, angin kencang juga menumbangkan sejumlah pohon di Bokoharjo. Tercatat sedikitnya lima pohon yang tumbang dan merusak pemukiman warga di Dusun Majasem dan Dusun Polangan.

Di Desa Sumberharjo, satu-satunya dusun terdampak bencana angin kencang melanda Dusun Sawo. Di dusun ini, tercatat 12 rumah warga mengalamai kerusakan akibat disapu angin kencang. "Rata-rata kerusakan di bagian atap rumah. Besok, kami akan melakukan penanganan lanjut untuk lokasi yang belum terkondisi," kata Makwan.

Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Jogja, Sigit Hadi Prakosa mengatakan wilayah DIY saat ini sedang memasuki musim peralihan dan akan masuk ke awal musim penghujan. Hujan yang turun di wilayah DIY masih belum merata dan terjadi dalam waktu sesaat. Kondisi tersebut harus tetap diwaspadai karena akan berpotensi membentuk awan Cb yang menimbulkan angin kencang.

"Kami perkirakan cuaca sumuk atau masa pancaroba ini akan terjadi hingga pertengahan Desember mendatang. Nanti setelah angin barat muncul hujan akan terjadi secara merata," katanya.

Selama musim pancaroba hingga turun hujan nanti, lanjut Sigit, masyarakat diharapkan mewaspadai potensi bencana. Sebelum terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi misalnya, normalisasi sungai-sungai yang ada di DIY harus dilakukan agar tidak menimbulkan luapan atau banjir.

Selain itu, pemangkasan pohon yang lebat juga harus dilakukan agar saat terjadi angin kencang tidak roboh. "Kami juga meminta agar dilakukan pengecekan wilayah potensi bencana longsor. Sebab selama kemarau tanah-tanah di lokasi rawan longsor merekah, kalau dimasukkan air hujan bisa berpotensi longsor," katanya.