Jalur Rawan Cino Mati Diperlebar, Sosialisasi ke Warga Mulai Dilakukan

Sejumlah warga membantu mendorong mobil yang mogok karena tak kuat menanjak di jalur Cinomati, Pleret, Bantul, Sabtu (29/12/2018) - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
02 Desember 2019 17:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan rencana pelebaran Jalur Wonolelo Pleret-Terong Dlingo dikerjakan tahun depan. Pihaknya sudah menganggarkan Rp30 miliar untuk pembebasan lahan di sepanjang jalur yang sering disebut Cinomati tersebut.

“Tetap dianggarkan Rp30 miliar [tidak ada pemangkasan], bahkan sekarang sudah proses sosialisasi kepada masyarakat yang di Dlingo dan di Pleret yang sebagian lahannya akan terkena pelebaran jalan,” kata Sekretaris Daerah Bantul, Helmi Jmaharis, saat ditemui di Parasamya, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Senin (2/12/2019).

Selain sosialisasi, Helmi mengatakan tim penghitungan nilai ganti rugi juga sudah dibentuk melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan kawasan Permukiman (DPUPKP). Ia belum mengetahui berapa panjang lahan yang terdampak dan nilai ganti ruginya.

Menurut dia anggaran Rp30 miliar itu hanya untuk pembebasan lahan di sepanjang jalur Cinomati. Sementara pengaspalannya nanti akan dilakukan oleh Pemda DIY. Rencananya jalur tersebut akan dilebarkan masing-masing dua meter di kanan dan kiri jalan. Sementara jalur yang ada saat ini lebarnya empat meter. Nantinya jalur tersebut menjadi delapan meter. “Tapi hasil akhirnya nanti bagaimana kami belum tahu,” ujar Helmi.

Sebelumnya, mantan Asisten Bidang Pemerintahan Bantul ini sudah memaparkan ada sekitar 42.267 meter persegi di sepanjang jalur Cinomati yang akan dilebarkan. Ada tiga ruas jalan yang dilebarkan di jalur tersebut, yakni ruas jalan Bawuran-Wonoleleo sepanjang 1.775 meter, Piyungan-Wonolelo sepanjang 1.225 meter, dan ruas jalan Terong-Wonolelo sepanjang 2.659 meter.

Pemkab Bantul menargetkan pelebaran jalur Cinomati selesai dalam waktu tiga tahun yang dimulai sejak akhir 2019 untuk perencanaan dan penyusunan dokumen pembebasan lahannya.

Menurut Helmi jalur Cinomati penting dilebarkan sekaligus diperbaiki karena jalur tersebut mulai ramai dilalui wisatawan yang akan berkunjung ke obyek wisata di wilyah Dlingo. Selain ramai dilalui wisatawan, ia meyakini jalur tersebut bakal membawa dampak peningkatan ekonomi masyarakat.