Jadwal KA Bandara YIA Xpress Minggu 23 Agustus 2026
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Minggu23 Agustus 2026 tersedia dari Jogja ke YIA dan sebaliknya. Tarifnya Rp50.000 per penumpang.
Sebuah bukit di Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, dikeruk untuk pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Senin (11/11/2019)./Harian Jogja-Muhammad Nadhir Attamimi
Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengkaji ulang (review) desain kelok 18 sebelum dibangun pada 2020. Review dilakukan untuk menurunkan keringgian pilar bangunan serta menghemat anggaran dengan tetap memperhatikan kualitas.
Project Officer Proyek Pembangunan Jalan Baru Jerukwudel-Baran-Duwet Juniar Perkasa mengatakan persiapan untuk pembangunan kelok 18 yang berada di wilayah perbatasan Gunungkidul dan Bantul saat ini terus berjalan. Pembangunan kelok pertama di DIY ini ditargetkan bisa terlaksana pada 2020 mendatang. “Untuk target waktu [penyelesaian review desain] kami juga berharap secepatnya [selesai],” ungkapnya melalui ponselnya, Rabu (4/12/2019).
Ia menambahkan konstruki kelok tersebut menyerupai jembatan. Panjang kelok diperkirakan antara lima hingga tujuh kilometer. Review desain itu dilakukan untuk melihat kemungkinan penurunan ketinggian konstruksi penyangga, sehingga lebih menghemat biaya dengan tetap mempertahankan kualitas. Penurunan tinggi pilar juga mempertimbangkan sisi keamanan.
“Nanti konstruksi kelok itu kan berupa jembatan, kemarin [desain awal] itu sepertinya pilar-pilarnya [penyangga] masih terlalu tinggi, mau coba di-review apa bisa diturunkan grade-nya supaya dari segi keamanan konstruksi bisa lebih terjamin dan biayanya juga bisa lebih ditekan,” katanya.
Juniar mengatakan sesuai dengan perencanaan awal kebutuhan untuk pembangunan kelok 18 sekitar Rp250 miliar.
“Untuk anggaran belum bisa dipastikan karena saat ini desainnya masih di-review. Target dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bisa dilaksanakan tahun anggaran 2020, semoga saja enggak ada hambatan,” ujarnya.
Menurutnya tidak ada kendala signifikan dalam pelaksanaan persiapan pembangunan kelok 18.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUP-ESDM DIY Bambang Sugaib menyatakan proses pembebasan lahan berjalan sesuai perencanaan. Pembebasan tanah di kawasan ini sudah dilaksanakan pada anggaran tahun 2016 dan telah selesai. Pembebasan lahan ini dilaksanakan sepanjang 5,3 kilometer.
“Kelok 18 ini nanti akan menjadi penunjang pariwisata di kawasan selatan, jalan ini menghubungkan antara Gunungkidul dengan Bantul,” ujarnya.
Kelok 18 adalah bagian dari Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), jaringan jalan raya yang melewati Pantai Selatan Jawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Minggu23 Agustus 2026 tersedia dari Jogja ke YIA dan sebaliknya. Tarifnya Rp50.000 per penumpang.
BNI meluncurkan wondrZ, tabungan anak dan remaja untuk belajar menabung dan mengelola keuangan dengan pendampingan orang tua.
Harga BBM 23 Agustus 2026 berubah. Pertamax turun menjadi Rp15.950, sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (23/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Sri Widiastuti, nasabah BPR Syariah Dharma Kuwera, memenangkan Mitsubishi Xpander setelah konsisten menabung sejak 2022.