Harga BBM Hari Ini Kamis 24 September 2026, Pertamax Tetap
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Ilustrasi/Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Teror belasan ular kobra di Gunungkidul, direspons warga dengan mengundang pranormal.
Warga Padukuhan Kepek I, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul resah. Sejak beberapa hari yang lalu muncul belasan ekor anak ular kobra ke pemukiman mereka. Warga khawatir ular-ular tersebut akan menyerang mereka, terutama anak-anak.
Salah Seorang warga Kepek I, Ervan Bambang, mengungkapkan, kemunculan ular-ular kobra tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak 2016 yang lalu. Mulanya warga menganggap itu wajar sebagai fenomena alam biasa. Namun ternyata kemunculannya setiap tahun terus bertambah dan berulang sampai menjadi musiman.
"Hari Selasa (3/12/2019) kemarin saya juga temukan di kamar mandi. Langsung saya tangkap, masukkan dalam botol dan saya serahkan ke pawang ular," tutur Ervan, Rabu (4/12/2019).
Dukuh Kepek I Soekirno, ketika dikonfirmasi, membenarkan peristiwa tersebut. Selama empat hari terakhir warga berhasil menangkap setidaknya 11 ekor anak ular kobra yang masuk ke permukiman mereka. Tentu hal ini membuat warga makin khawatir, takut ular-ular tersebut masuk ke kamar tidur mereka.
Soekirno mengakui, anak-anak ular kobra tersebut telah muncul sejak beberapa tahun terakhir. Kemunculannya pun selalu datang di waktu yang sama, yaitu setiap November hingga Desember.
Pada 2016 lalu warga sudah mendapati adanya puluhan ekor anak ular kobra. Namun warga menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang biasa, sehingga tidak sempat menimbulkan keresahan. Pada 2017 yang lalu fenomena munculnya puluhan ekor anakan ular kobra kembali terjadi.
"Kita berhasil menangkap 32 ekor. Tahun 2017 sebanyak 17 ekor,"ungkapnya.
Warga resah karena anakan ular kobra tersebut tidak hanya ditemukan di pekarangan atau halaman rumah mereka, melainkan, sudah banyak warga yang menjumpai anakan ular kobra masuk ke dalam rumah. Warga khawatir ular kobra tersebut akan menyerang ketika mereka sudah terlelap.
Berbagai upaya warga lakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Di antaranya mendatangkan pawang ular dari Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta. Tak hanya itu, warga juga menghubungi paranormal untuk mengusir anakan ular kobra tersebut.
"Kami juga datangkan orang pintar untuk temukan indukannya, tetapi sudah hampir empat tahun belum ketemu induknya," paparnya.
Keresahan warga terhadap kemunculan anakan ular kobra tersebut terus terjadi. Bahkan Soekirno mengungkapkan, ada satu keluarga yang sampai mengungsi dari rumah mereka ke tempat saudara karena khawatir ular akan menyerang mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Markas permanen Kodam XXVI/Mataram dipastikan dibangun di Godean, Sleman, sementara kantor Korem 072/Pamungkas menjadi markas sementara.
Pemerintah menargetkan investasi hilirisasi Rp3.800 triliun dalam empat tahun untuk 28 komoditas di delapan sektor.
Arab Saudi mengecam serangan Houthi terhadap fasilitas sipil dan situs suci serta menegaskan hak membela wilayah dan kedaulatan.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah Rp114.000 per kg dan telur ayam ras Rp31.550 per kg pada 6 Oktober 2026.
Pembangunan RTH eks Parkir Abu Bakar Ali dimulai dan ditargetkan rampung Desember 2026 dengan konsep perpaduan hutan dan taman kota.