Ratusan Buruh Garmen di Sleman Bertumbangan karena Keracunan Makanan

Ilustrasi keracunan - JIBI
05 Desember 2019 19:37 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Keracunan makanan dialami ratusan buruh garmen di Sleman.

Sebanyak 105 karyawan PT Mataram Tunggal Garment (MTG) di Dusun Balong, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupten Sleman dilarikan ke rumah sakit Panti Nugroho karena keracunan, Kamis (5/12/2019). Insiden itu terjadi diduga karena karyawan mengonsumsi lauk ikan tongkol pada jam makan siang.

Salah seorang korban, Eva Dermita (34), menerangkan dirinya mengalami gejala pusing, rasa gatal, dan muntah usai mengonsumsi makan siang dengan lauk ikan tongkol.

"Pada saat jam makan siang memang ada rasa anyir pada lauk ikan itu. Tapi karena lapar ya sudah saya makan saja. Lalu saya bekerja seperti biasa. Tapi setelah satu jam mengonsumsi makan siang, saya merasa mual dan pusing. Saya juga sempat pingsan. Pukul 13.30 WIB saya dilarikan ke rumah sakit," ungkap Eva pada Suara.com-jaringan Harianjogja.com.

Selain lauk ikan tongkol, Eva juga menerangkan, terdapat beberapa lauk seperti sayur kates (pepaya). Pihaknya mengaku memang ada rasa berbeda pada makanan katering yang dia santap siang itu.

"Saat makan memang sudah merasa agak aneh. Ada rasa gatal di mulut saat menyantap suapan pertama. Selain tongkol ada juga sayur kates," tambahnya.

Usai menyantap makan siang, kata Eva, sekitar satu jam kemudian terasa gejala yang tidak biasa. Eva mengaku pihaknya diperiksa sekitar pukul 13.30 WIB. Lalu pada sekitar pukul 16.00 WIB dirinya sudah merasa lebih baik.

"Ini sudah lebih baik, tadi dapat beberapa obat untuk membantu pemulihan," terang dia.

Direktur RS Panti Nugroho Tandean AW mengungkapkan, pada pukul 16.00 WIB, pasien yang keracunan sudah diperbolehkan pulang. Namun sebanyak dua karyawan juga dilaporkan masuk pada jam tersebut.

"Pasien mulai masuk itu pukul 13.30 WIB. Ada sekitar 101 orang yang sudah dibolehkan pulang pada pukul 16.00 WIB. Tapi tadi ada dua orang lagi yang baru masuk. Yang jelas kami melakukan penanganan agar pasien segera membaik," ungkapnya.

Sumber : Suara.com