Teror Ular di Gunungkidul, Induk Kobra Belum Tertangkap

Anggota Komunitas Gunungkidul Reptil Independen Dino Ahzar Setiawan saat melakukan tes untuk mengetahui jenis kelamin ular kobra yang ditangkap di wilayah Dusun Kepek I, Kepek, Wonosari. Kamis (5/12/2019)-Harian Jogja - David Kurniawan
05 Desember 2019 17:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Warga Dusun Kepek I, Kepek, Wonosari, Gunungkidul bersama-sama dengan komunitas Gunungkidul Reptil Independen terus berusaha mencari sarang ular kobra. Total hingga Kamis (5/12/2019) sore, warga telah menangkap 16 ekor kobra.

Salah seorang warga Kepek I, Ervan Bambang Dermanto mengatakan, tangkapan terakhir terjadi pada Kamis siang. Warga tanpa sengaja melihat anakan kobra di jalanan dan langsung melindasnya dengan sepeda motor. “Warga takut sehingga langsung menabraknya hingga mati,” kata Ervan saat ditemui di rumahnya, Kamis.

Menurut dia, warga bersama-sama dengan komunitas pencinta reptil terus menyisir untuk mencari sarang persembunyian hewan berbisa ini. “Total yang ditangkap ada 18 ekor, tapi yang jenis kobra hanya 16 ekor. Sedangkan lainnya berjenis ular hijau dan weling,” ungkapnya.

Ervan menuturkan, berbagai cara sudah dilakukan untuk mencari asal usul ular kobra. Selain mendatangkan pawang dan komunitas pencinta reptil, warga juga sudah mencoba dengan mendatangkan paranormal.

Sebelumnya, Kepala Dusun Kepek I, Sukirno mengatakan, kemunculan anakan kobra sudah terjadi sejak 2016 lalu. Namun awalnya, warga tidak menghiraukan karena dianggap fenomena yang biasa. “Tapi ternyata fenomena berulang setiap akhir tahun. 2017 lalu, warga menangkap 32 ekor dan tahun lalu yang ditangkap ada 17 ekor,” katanya.