Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Tawon. /Antara Foto
Harianjogja.com, SLEMAN- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyatakan akhir-akhir ini laporan masyarakat Sleman terkait dengan serangan tawon meningkat.
Staf Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD kabupaten Sleman Tri Tukijo menyatakan jika ia dan jawatannya bahkan dibuat kewalahan karena permintaan dari masyarakat meningkat.
Meskipun, pihaknya juga didukung oleh pemadam kebakaran (Damkar Sleman) dalam upaya untuk menanggulangi serangan tawon.
"Laporan yang masuk dari masyarakat kebanyakan adalah sarang tawon Vespa affinis. Lebah jenis ini cukup berbahaya bahkan sengatannya bisa mengakibatkan kematian," ujar Tri, Jumat (6/12/2019).
Jika merasa terganggu, lanjut Tri, tawon vespa ini akan menyerang dengan koloninya atau kelompoknya. "Masyarakat harus antre dikarenakan laporannya banyak sedangkan sarana dan personel yang bisa menangani terbatas," terangnya.
Adapun, laporan yang masuk ke BPBD Sleman mengenai serangan tawon ini rata-rata 5-10 kasus.
Tri menambahkan, ciri-ciri khas tawon ini adalah terdapat lingkar kuning di bagian perutnya. Manusia yang berada di radius 50 meter dari sarangnya juga bisa menjadi sasaran serangan.
Kendati demikian, jenis lebah lain yang juga kerap dilaporkan masyarakat adalah tawon ndas. Tawon ndas, secara fisiknya memiliki bentuk fisik lebih besar dibanding tawon vespa, dan pada bagian ujungnya terdapat sengat berwarna kuning.
Tri menjelaskan, tawon bisa tumbuh menjadi koloni besar dengan jumlahnya sekitar ratusan ekor dalam hitungan waktu 2-3 pekan. Bahkan, ia dan jawatannya pernah memusnahkan sarang tawon berdiameter lebih dari satu meter yang tumbuh hanya dalam kurun waktu satu bulan.
"Sarang tawon sebenarnya bisa diatasi sendiri tapi memang butuh nyali. Sebelum terlanjur menjadi besar sebaiknya jika mendapati sarang masih berukuran kecil segera dibersihkan," tutup Tri.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengimbau masyarakat agar tidak perlu resah karena tawon hanya akan menyerang jika merasa diganggu. Makwan juga berbagi tips dalam upaya untuk penanganan sarang tawon yaitu caranya adalah dengan menutup lubang menggunakan kapas yang telah dibasahi bensin.
Waktu yang paling tepat untuk memusnahkan sarang lebah adalah malam hari. Lebah dewasa akan pingsan selang 10 menit. Setelah itu, barulah sarang diambil.
Alasannya, seluruh koloni tawon sudah pulang ke sarang sehingga resiko serangan dapat diminimalisir.
Masyarakat, lanjut Makwan, disarankan untuk melapor jika di rumah atau sekelilingnya ditemukan sarang tawon yang berpotensi untuk melakukan serangan. Tim BPBD dan Damkar nantinya akan merespon.
"Petugas Damkar punya alat pelindung diri. Kalau hanya jaket biasa, tembus [sengatan tawon]," ujarnya.
Makwan menambahkan, warga diimbau untuk melengkapi diri dengan alat pelindung seperti jaket, kaos tangan, sepatu, dan helm jika hendak memusnahkan sendiri. "Saat musim hujan disarankan supaya lebih berhati-hati karena sarang beresiko rapuh," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.