Warga Giritirto Gunungkidul Peroleh Bantuan Sumur Bor

Pekerja membangun sumur bor di Dusun Blado, Desa Giritirto, Kecamatan Panggang, Kamis (12/12/2019). - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
13 Desember 2019 00:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kecamatan Panggang termasuk dalam lima wilayah terdampak kekeringan cukup parah. Bahkan Pemkab Gunungkidul menetapkan status Darurat Kekeringan untuk kelima wilayah ini.

Hingga saat ini bantuan air bersih dan bantuan pembangunan sumur bor terus disalurkan. Bantuan tak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga pihak swasta. Salah satu lembaga yang memberikan bantuan pembangunan sumur bor yakni Lembaga Amil Zakat Yogyakarta, Nurul Hayat. Lembaga ini membangun sumur bor di Dusun Blado, Desa Giritirto, Kecamatan Panggang, lengkap dengan pipa dan bak penampungan.

Hadirnya bantuan sumur bor tersebut dinilai mampu membantu masyarakat dalam mengatasi kekeringan di musim kemarau. Dalam waktu dekat, semua fasilitas tersebut sudah bisa digunakan.

Kepala Dusun Blado, Witanto, mengapresiasi langkah Nurul Hayat. Ia menuturkan selama lebih dari delapan bulan warganya kekurangan air bersih. "Harapannya dengan bantuan sumur bor ini warga kami tidak kesusahan lagi mendapatkan air bersih terutama saat musim kemarau," ujar Witanto kepada Harian Jogja, Kamis (12/12/2019).

Witanto mengungkapkan selama ini bantuan air bersih dari pemerintah dan swasta cukup minim. Untuk mencukupi kebutuhan warga harus membeli air dari pedagang. "Rata-rata satu kepala keluarga konsumsi air bersihnya mencapai 5.000 liter per pekan," ujarnya.

Koordinator Penyaluran Air Bersih Nurul Hayat, Muhammad Fakhrurrozi, menuturkan dana pembangunan sumur bor berasal dari bantuan para donatur yang selama ini mempercayakan lembaga zakat mereka untuk mengelola terkait pasokan penyaluran fasilitas air bersih.

Ia menuturkan bantuan yang diberikan meliputi biaya pengeboran sumur, penyediaan mesin pompa hingga instalasi air bersih. "Dropping air bersih bukan solusi jangka panjang, oleh karena itu kami membuat program untuk jangka panjang dengan membangunkan sumur bor," ujarnya.

Rencananya, sumur bor itu bakal diresmikan pada Januari 2020. "Kami berharap pada Januari 2020 semua sudah berfungsi semua mulai dari sumur, pompa, instalasi hingga bak penampungan sehingga masyarakat bisa merasakannya," kata dia.