Tak Punya Pelabuhan, Hasil Tangkapan Ikan di Bantul Kecil

Ikan laut. - Antarafoto
15 Desember 2019 03:17 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Plt Kepala Diinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Bambang Pin Erwanta mengatakan tangkapan ikan nelayan di Bantul terbilang minim karena Bantul tidak punya pelabuhan.

Menurutnya tidak adanya pelabuhan di Bantul membuat kapal-kapal besar kesulitan untuk mendaratkan tangkapannya di Bantul.

"Dari daerah lain di DIY yang sama-sama punya kawasan pantai, kita [Bantul] terhitung lebih sedikit. Di lima TPI yang kita punya, distribusinya masih didominasi dari para nelayan luar seperti Semarang dan sekitarnya," katanya kepada Harianjogja.com, pada Sabtu (14/11/2019).

"Kenapa para nelayan luar mendominasi karena permintaan warga bantul terhadap ikan cukup banyak, apalagi di kawasan pantai. Akhirnya untuk memenuhi permintaan tersebut mereka [nelayan Bantul] harus membeli dari suplier ikan luar Bantul," lanjutnya.

Pihaknya mencatat Bantul hanya mampu menghasilkan ikan sebanyak kurang dari 1.000 ton setiap tahunnya. Sedangkan daerah lainnya bisa melebihi 1.000 ton.

"Sebetulnya tangkapan para nelayan itu lebih dari 1.000 ton kalau ditotal semuanya dengan kapal-kapal besar, karena kapal besar itu tidak bisa mendarat di Bantul, alhasil mereka mendaratkan tangkapannya di Gunungkidul dan catatan ikan yang turun masuk catatan Gunungkidul," jelasnya.

DPPKP Bantul saat ini sedang mencari solusi untuk menaikkan angka tersebut, salah satunya dengan cara mempersiapkan program budidaya ikan segar untuk masyarakat Bantul.

"Hal ini kami lakukan agar para nelayan tidak membeli ikan dari luar untuk memenuhi permintaan ikan kawasan pantai dan juga warung-warung pecel lele yang ada di sini," ujarnya.