PDAM Bantul Siapkan Subsidi 2.000 MBR

Ilustrasi air minum dalam kemasan - Womenshealthmag
16 Desember 2019 22:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bantul bakal menyubsidi pemasangan jaringan baru pipa air yang akan disalurkan ke rumah warga yang berpenghasilan rendah (MBR) pada 2020 mendatang.

Direktur Utama PDAM Bantul, Arinto Hendro Budiantoro mengatakan 2.000 MBR sasaran pemasangan jaringan baru untuk semua warga di wilayah Bantul. “Tapi sebagian besar terfokus di wilayah Pajangan, Sedayu, dan Kasihan,” kata Arinto, saat ditemui di Gedung DPRD Bantul, Senin (16/12/2019).

MBR bisa mengajukan pemasangan baru melalui desa setempat yang kemudian akan ditindaklanjuti oleh PDAM. Biaya pemasangan cukup terjangkau atau hanya membayar Rp100.000. Padahal biasanya harga normal pemasangan baru Rp1,1 juta untuk panjang jaringan satu meter dari jaringan pipa PDAM yang sudah ada.

Arinto mengatakan biaya pemasangan baru untuk MBR memang lebih murah karena disubsidi oleh Pemerintah Kabupaten Bantul. Biaya tersebut diambilkan dari penyertaan modal. Total penyertaan modal PDAM tahun depan sebesar Rp6 miliar, naik dari penyertaan modal tahun ini Rp5 miliar. “Tujuan dari penyertaan modal ini adalah nambah pelayanan sambungan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah sebanyak 2.000 warga,” kata Arinto.

Dia memastikan dengan bertambahan pelanggan PDAM, ketersediaan air bersih masih tetap mencukupi. Kapasitas produksi air bersih PDAM saat ini mencapai sekitar 400 liter per detik. Jumlah produksi air tersebut belum termasuk suplai dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional yang dikelola DIY sebanyak sekitar 50 liter per detik, yang dapat mencukupi sekitar 5.000 pelanggan.
Saat ini PDAM Bantul memiliki 23 titik sumber air.

“Tahun depan rencana kami akan tambah lagi satu sumber dengan kapasitas 20 liter per detik di wilayah Pleret,” ujar Arinto.
Adapun tahun ini PDAM Bantul berkontribusi sebesar Rp530 juta pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bantul. “Tahun depan diharapkan PAD meningkat dari tahun ini,” ucap dia.