Jadi Rujukan, SMK Kesehatan Binatama Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Pameran Hasil Pengembangan SMK Rujukan SMK Kesehatan Binatama dalam bentuk Expo Produk Kreatif Siswa di sela Perayaan HUT Ke-7 SMK Kesehatan Binatama, Selasa (17/12/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
17 Desember 2019 16:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - SMK Kesehatan Binatama menjadi satu-satunya sekolah rujukan di Jogja untuk mempercepat terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. Dengan harapan, Angka Partisipasi Pasar (APK) setiap kabupaten/kota meningkat dan menguatkan pendidikan bidang kejuruan.

Kepala Sekolah SMK Kesehatan Binatama Nuri Hastuti mengatakan program pengembangan SMK rujukan ini tersebar untuk 500 SMK di seluruh Indonesia. Setiap SMK rujukan memiliki minimal tiga SMK aliansi. SMK yang ditunjuk sebagai SMK Rujukan mendapatkan dana bantuan Pengembangan SMK Rujukan dari Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

"SMK Kesehatan Binatama pada 2019 terpilih sebagai salah satu SMK Rujukan dan satu-satunya SMK Kesehatan di Jogja ditunjuk sebagai SMK Rujukan," katanya di sela-sela HUT ke-7 sekolah tersebut, Selasa (17/12/2019).

Nuri memaparkan beberapa kegiatan yang dikembangkan oleh SMK tersebut antara lain Pelaksanaan Sosialiasi dan Penyusunan Program Peningkatan Pembelajaran SDM, Penyelarasan Kejuruan/Kurikulum dengan DUD1 (Dunia Usaha & Industri) dan Magang lndustri.

Selain itu, SMK Rujukan juga harus mengimplementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang melalui Digitalisasi Perpustakaan dalam bentuk Aplikasi Android yang dapat diinstal melalui Playstore dan bisa dimanfaatkan oleh semua kalangan pendidikan. "Kami sudah memiliki aplikasi Binatama Pustaka. Digitalisasi koleksi buku dan peminjaman buku ini menjadi salah satu keunggulan kami," katanya.

Selain itu, dalam Program SMK Rujukan ini juga mengembangkan Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Salah satunya dengan melakukan Gerakan Aksi Cinta Bumi dari aksi Gerakan ASA (Ada Sampah Ambil), Penghijauan Sekolah, Diet Plastik dan Pengolahan Sampah Plastik. Ada juga kegiatan seni dan kebudayaan yang terdiri dari Dolanan Tempoe Doeloe dan Membatik, Gerakan Peduli Kesehatan Sekitar (GITAR).

"Kami juga menggelar Workshop Implementasi PPK untuk Guru sebagai sosok teladan bagi siswa," kata Nuri.

SMK Rujukan ini juga mengembangkan program-program untuk menjawab tantangan Revolusi lndustri 4.0 melalui Peningkatan Mutu Penilaian dengan Penyusunan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills); lmplementasi Pembelajaran Revolusi lndustri 4.0 dengan Aplikasi Android Binatama School 4.0 sebagai bentuk Smart School yang dapat dimanfaatkan Siswa untuk Pembelajaran Online (E-Learm‘ng) dan Ujian Online berbasis Android.

"Kami gelar pelatihan Simulasi Digital untuk Guru agar dapat memanfaatkan Teknologi Digital dalam Pembelajaran khususnya dalam pembuatan media pembelajaran yang lebih kekinian," katanya.

Kepala Balai Dikmen Sleman Sigit Sri Hartini menambahkan sekolah ini juga mengembangkan aplikasi E-Commerce untuk pengembangan kewirausahaan. Di antaranya aplikasi Android Bimaners (Binatama Homecare) yang akan diimplementasikan dalam Teaching Factory SMK Kesehatan Binatama, dan aplikasi Android Binatama Store yang akan dikembangkan untuk pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan agar semua siswa dapat memasarkan produk mereka secara online di lingkup sekolah melalui aplikasi tersebut.