Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Ilustrasi./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dua orang dinyatakan hilang dalam kecelakaan laut yang terjadi di kawasan Pantai Slili Desa Sidoharjo, Tepus, Rabu(18/12/2019) pukul 15.30 WIB. Hingga saat ini, tim SAR Satlinmas Wilayah II DIY masih terus melakukan pencarian.
Laka laut yang menyebabkan dua korban hilang bermula saat Ahmad Mustofa,20, asal Cabean Wetan, Karangduren, Kecamatan Tengaran, Semarang sedang bermain body board di Pantai Slili. Saking asyiknya bermain, korban tidak sadar papan yang dinaiki terlalu ke tengah dan berada di area rip current. Saat ada ombak besar, Mustofa terjatuh dari papan dan tali pengikat di kaki terlepas sehingga korban tenggelam.
Melihat kejadian ini, pemilik body board, Pardi,43, warga asal Pulegundes, Desa Sidoharjo, Tepus mencoba menolong korban dengan berenang ke tengah. Nahasnya, usaha yang dilakukan sia-sia karena Pardi malah ikut terseret dan tenggelam akibat derasnya arus laut.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait dua korban hilang akibat terseret arus di Pantai Slili. Menurut dia, untuk pencarian, SAR menerjunkan 60 personel. “Masih kita cari karena keberadan korban belum diketemukan,” katanya kepada wartawan, Rabu sore.
Dia menjelaskan, untuk pencarian dilakukan dengan dua jalur, yakni jalur darat dan jalur laut. Untuk jalur laut, selain menerjunkan empat kapal jukung, pencarian juga melibatkan tim penyelam. Sedang untuk jalur darat, tim melakukan penyisiran di kawasan pantai dan pemantauan dari atas tebing. “Berhubung sudah malam tim laut dihentikan, tapi untuk pencarian darat tetap kita lakukan dengan menyisir pantai,” ungkapnya.
Rencananya pencarian lewat jalur laut akan dilanjutkan pada Kamis (19/12/2019) pagi. “Mudah-mudahan kedua korban bisa segera ditemukan bagaimanapun kondisinya,” imbuh Marjono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Kecelakaan di simpang Madukismo Bantul terjadi saat truk terguling dan menimpa motor di Ringroad Selatan. Pengendara motor mengalami patah tulang.
Jadwal TKA SMA 2026 dimajukan menjadi 26 Oktober–8 November. Kemendikdasmen ubah sistem ujian jadi empat hari per gelombang.
Kasus dugaan asusila oknum polisi di Polda NTB naik ke tahap penyidikan usai penyidik menemukan indikasi tindak pidana kekerasan seksual.
Imigrasi Yogyakarta menggagalkan keberangkatan 13 WNI diduga calon haji nonprosedural melalui Bandara YIA selama April-Mei 2026.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur Iduladha 2026 dan Hari Lahir Pancasila untuk antisipasi lonjakan penumpang.